Gedung bata merah Kantor Pemerintah Prefektur Hokkaido Lama yang tertutup salju saat musim dingin, Sapporo, Hokkaido, Jepang
Jepang

Sapporo

Ibu kota Hokkaido yang semarak, tempat festival salju terkenal di dunia bertemu dengan ramen miso yang mengepul, pasar makanan laut segar, dan gerbang menuju ski salju bubuk terbaik di Jepang.

  • #musim-dingin
  • #makanan
  • #ski
  • #festival
  • #alam
  • #bir
  • #ramah keluarga
Waktu yang tepat untuk berkunjung!

Sapporo, Jepang adalah tujuan dengan iklim sejuk yang sempurna untuk festival salju dan warisan ramen miso. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah Feb, Mei, Jun, Jul, Agu, dan Sep, saat kondisi cuaca ideal. Perjalanan hemat biaya sekitar Rp 1.391.740/hari, sementara perjalanan kelas menengah rata-rata Rp 3.578.760/hari. Aturan masuk tergantung pada paspor Anda.

Bandara: CTS Mata uang: JPY (1 ¥ ≈ 109 Rp) Pilihan teratas: Miso Ramen di Ramen Alley, Hidangan Laut di Pasar Ikan Nijo
Di Halaman Ini

"Bermain ski di Sapporo. Februari menawarkan kondisi salju yang sangat baik. Siapkan sepatu bot Anda untuk jalur epik dan pemandangan menakjubkan."

Pendapat kami

Kami membangun panduan ini menggunakan data iklim terkini, tren harga hotel, dan perjalanan kami sendiri, sehingga Anda dapat memilih bulan yang tepat tanpa menebak.

Mengapa Mengunjungi Sapporo?

Sapporo, ibu kota Hokkaido—pulau utama paling utara dan paling liar di Jepang—adalah kota berpenduduk hampir dua juta jiwa yang terasa sangat berbeda dari kota metropolitan Jepang lainnya. Dirancang dengan sistem kisi yang rasional pada tahun 1860-an oleh penasihat Amerika selama era Meiji, Sapporo menawarkan jalan-jalan lebar, ruang hijau yang melimpah, dan rasa keterbukaan yang jarang ditemukan di pusat kota Jepang yang biasanya padat. Di jantung kotanya terletak Taman Odori, sebuah taman sepanjang 1,5 km yang terdiri dari taman bunga, air mancur, dan pohon elm yang membelah kota dan menjadi panggung bagi acara paling terkenal di Sapporo: Festival Salju Sapporo (Yuki Matsuri), yang diadakan setiap bulan Februari. Pertunjukan selama seminggu ini menarik lebih dari dua juta pengunjung untuk mengagumi ratusan patung es dan salju—beberapa di antaranya setinggi 15 meter—yang diterangi cahaya di tengah malam musim dingin yang sejuk. Iklim Sapporo adalah ciri khas utamanya: hujan salju lebat menyelimuti kota dari Desember hingga Maret, dengan rata-rata akumulasi salju hampir 5 meter setiap tahunnya, sementara musim panas menghadirkan suhu yang sejuk dan menyenangkan sekitar 20–26°C dengan kelembapan rendah, menjadikannya tempat pelarian yang nyaman dari panasnya musim panas yang menyengat di daratan utama Jepang.

Makanan bisa dibilang merupakan daya tarik terbesar Sapporo. Kota ini mengklaim sebagai tempat kelahiran ramen miso—semangkuk ramen yang kaya rasa, mengenyangkan, dengan topping mentega dan jagung yang telah menjadi ikon di seluruh dunia. Ramen Alley (Ramen Yokocho) di Susukino memadatkan belasan kedai kecil ke dalam satu lorong sempit, masing-masing dengan resep yang dijaga ketat dan disempurnakan selama puluhan tahun. Selain ramen, perairan dingin dan lahan pertanian subur di Hokkaido memasok beberapa bahan makanan terbaik di Jepang: kepiting berbulu (kegani), kepiting raja (taraba-gani), bulu babi (uni), kerang simping, telur ikan salmon (ikura), dan melon Yubari yang legendaris adalah harta karun regional yang tidak ditemukan di tempat lain dalam kelimpahan seperti itu. Pasar Ikan Nijo menawarkan kedai makan sambil jalan di mana pengunjung dapat meracik mangkuk nasi makanan laut (kaisendon) mereka sendiri dengan harga jauh lebih murah dibandingkan harga di Tokyo. Genghis Khan (Jingisukan)—domba panggang di atas wajan berbentuk kubah yang dinamai dengan humor khas Jepang—adalah tradisi barbekyu lokal, paling nikmat dinikmati di taman bir terbuka di musim panas bersama lager asli Sapporo, merek bir tertua di Jepang (didirikan tahun 1876). Museum Bir Sapporo yang megah dengan bata merahnya dan Beer Garden di sebelahnya menawarkan sesi mencicipi bir dan paket makan domba sepuasnya di bekas tempat pembuatan bir yang telah dipugar dengan indah.

Distrik hiburan Susukino, zona kehidupan malam terbesar di Hokkaido, membentang di selatan Odori dengan ribuan bar, izakaya, dan papan lampu neon Nikka Whisky yang terkenal yang telah menjadi ikon kota. Untuk pemandangan panorama, Gunung Moiwa menawarkan kereta gantung dan mobil kabel menuju puncak setinggi 531 meter yang diakui sebagai salah satu dari 'Tiga Pemandangan Malam Utama Baru' di Jepang—tata kota Sapporo yang berkilauan di bawah sana sungguh tak terlupakan. Di musim dingin, salju bubuk kelas dunia menanti di Niseko (2 jam dengan mobil), Furano, dan Rusutsu—resor yang terkenal karena menerima beberapa salju teringan dan terkering di Bumi. Di musim panas, ladang lavender di Furano dan Biei (puncaknya pada bulan Juli) mewarnai perbukitan dengan warna ungu, menciptakan salah satu lanskap Hokkaido yang paling banyak difoto. Wisata harian ke kota kanal nostalgia Otaru (30 menit dengan kereta api), pemandian air panas vulkanik Noboribetsu, atau onsen di ngarai berhutan Jozankei (45 menit dengan bus) menambah dimensi perjalanan Anda. Kampus Universitas Hokkaido—salah satu yang terbesar di Jepang—adalah harta karun lokal: jalan setapak yang dipenuhi pohon ginkgo berubah menjadi emas cemerlang pada bulan Oktober, sementara jalur pohon poplar yang ikonik memanjakan pengunjung sepanjang tahun. Dengan perpaduan unik antara kecanggihan perkotaan, keunggulan kuliner, musim yang dramatis, dan akses ke alam liar yang luas, Sapporo berdiri sebagai salah satu destinasi kota paling memuaskan—dan masih kurang dihargai—di Asia.

Apa yang harus dilakukan

Makanan & Minuman

Miso Ramen di Ramen Alley

Sapporo adalah tempat kelahiran miso ramen, dan Ramen Yokocho (Ramen Alley) di Susukino adalah pusat utamanya. Sebuah lorong sempit yang dipenuhi belasan kedai kecil, masing-masing berkapasitas 8–12 orang, menyajikan kaldu berbahan dasar miso yang kental dengan pugasan mentega, jagung manis, dan irisan daging babi chashu. Bersiaplah untuk mengantre pada jam sibuk. Sebagian besar semangkuk ramen seharga Rp 99.410–Rp 178.938 / ¥912–¥1.642. Buka mulai pukul 11.00, namun kunjungan malam hari (setelah pukul 19.00) menawarkan suasana yang lebih hidup. Cobalah beberapa kedai—setiap resep memiliki keunikan tersendiri.

Hidangan Laut di Pasar Ikan Nijo

Jawaban Sapporo untuk pasar ikan terkenal di Tokyo, Pasar Nijo telah beroperasi sejak tahun 1903. Kios-kios makanan yang bisa dinikmati sambil berjalan menjual kaki kepiting raja, kerang bakar, bulu babi (uni), dan telur ikan salmon (ikura) di atas nasi. Rakit kaisendon Anda sendiri (mangkuk nasi hidangan laut, ~Rp 198.820–Rp 357.876 / ¥1.824–¥3.284) atau cicipi berbagai hidangan dari satu kios ke kios lainnya. Buka setiap hari pukul 07.00–18.00. Datanglah lebih awal untuk pilihan yang paling segar. Kios kaki kepiting di dekat pintu masuk adalah yang paling populer.

Museum & Taman Bir Sapporo

Merek bir tertua di Jepang (berdiri tahun 1876) memiliki rumah spiritual di bekas tempat pembuatan bir berbata merah yang menawan ini. Museum dengan tur mandiri ini gratis; set mencicipi tiga jenis minuman (~Rp 119.292–Rp 139.174 / ¥1.095–¥1.277) mencakup bir eksklusif yang tidak tersedia di tempat lain. Beer Garden di sebelahnya menyajikan BBQ domba Genghis Khan sepuasnya dengan bir draf tanpa batas (~Rp 497.050–Rp 695.870 / ¥4.561–¥6.385 untuk 100 menit). Pesanlah Kessel Hall untuk suasana yang paling berkesan. Buka setiap hari pukul 11.00–20.00.

BBQ Genghis Khan (Jingisukan)

Barbekyu khas Hokkaido: irisan tipis daging domba yang dipanggang di atas piring besi berbentuk kubah, dicelupkan ke dalam saus berbahan dasar kedelai yang gurih. Bentuk kubahnya memungkinkan lemak mengalir turun sementara sayuran dimasak dalam sari daging di bawahnya. Beer Garden Sapporo dan Daruma di Susukino adalah favorit warga lokal. Taman bir musim panas di Taman Odori memadukan Jingisukan dengan bir draf Sapporo dingin di bawah langit terbuka (~Rp 298.230–Rp 497.050 / ¥2.737–¥4.561 per orang). Pengalaman Hokkaido yang wajib dicoba.

Budaya & Kehidupan Kota

Festival Salju Sapporo (Yuki Matsuri)

Acara musim dingin terbesar di Jepang (awal Februari, selama 7 hari) menampilkan lebih dari 200 patung es dan salju di tiga lokasi: Taman Odori (situs utama, patung raksasa berhiaskan lampu setinggi hingga 15 m), Susukino (jalan patung es), dan Tsudome (seluncuran salju dan aktivitas keluarga). Tiket masuk gratis ke semua lokasi. Lebih dari 2 juta pengunjung setiap tahunnya. Berpakaianlah yang hangat: suhu rata-rata −7°C. Pesan hotel 2–3 bulan sebelumnya. Iluminasi malam hari (hingga pukul 22.00) adalah daya tarik utamanya.

Taman Odori & Menara TV

Taman pusat kota Sapporo sepanjang 1,5 km ini membentang di 13 blok, dihiasi pohon lilac, air mancur, dan hamparan bunga yang berganti sesuai musim. Menara TV Sapporo di ujung timur menawarkan pemandangan 360° dari dek observasi setinggi 90 m (~Rp 129.233 / ¥1.186). Di musim panas, taman ini menjadi tuan rumah taman bir dan festival tari Bon Odori. Di musim dingin, taman ini berubah menjadi panggung utama Festival Salju. Tiket masuk taman gratis. Menara TV buka pukul 09.00–22.00.

Pusat Perbelanjaan Tanukikoji & Susukino

Tanukikoji adalah pusat perbelanjaan tertua di Hokkaido (berdiri tahun 1873)—sebuah jalan pejalan kaki beratap sepanjang 1 km dengan lebih dari 200 toko yang menjual segalanya mulai dari manisan lokal hingga pakaian vintage. Terhubung ke arah selatan dengan Susukino, distrik hiburan terbesar di Hokkaido, di mana papan neon Nikka Whisky yang ikonik bersinar di atas ribuan bar, izakaya, dan restoran. Aman dan semarak hingga larut malam. Toko-toko di Tanukikoji buka pukul 10.00–19.00; Susukino mulai hidup setelah hari gelap.

Alam & Perjalanan Sehari

Pemandangan Malam Gunung Moiwa

Kereta gantung dan kereta kabel mini mendaki setinggi 531 meter menuju dek observasi puncak, yang secara resmi ditetapkan sebagai salah satu dari 'Tiga Pemandangan Malam Utama Baru' di Jepang. Panorama pola kisi-kisi kota Sapporo yang berkilauan di bawah sangat menakjubkan—datanglah 30 menit sebelum matahari terbenam untuk melihat transisi dari siang hari ke lampu-lampu kota. Perjalanan pulang pergi ~Rp 218.702–Rp 238.584 / ¥2.007–¥2.189. Buka pukul 11.00–22.00 (musim panas), 11.00–21.00 (musim dingin). Puncaknya juga memiliki restoran dan 'Lonceng Kebahagiaan' untuk pasangan.

Kota Kanal Otaru

Kota pelabuhan bernuansa nostalgia yang hanya berjarak 30 menit dengan kereta JR (~Rp 89.469 / ¥821 sekali jalan) dari Sapporo. Kanal Otaru yang bertepikan batu, diapit oleh gudang-gudang yang telah diubah menjadi kafe dan galeri, adalah pusat perhatiannya. Terkenal dengan sushinya (Jalan Sushi memiliki lebih dari 20 kedai, ~Rp 238.584–Rp 397.640 / ¥2.189–¥3.649 untuk satu set), kerajinan kaca tiup, kotak musik, dan cheesecake double fromage LeTAO. Kanal ini terasa ajaib saat senja ketika lampu gas mulai menyala. Luangkan waktu satu hari penuh.

Niseko & Salju Bubuk Hokkaido

Niseko (2 jam dengan mobil atau bus dari Sapporo, ~Rp 596.460–Rp 695.870 / ¥5.473–¥6.385 sekali jalan) menerima rata-rata 15 meter curah salju per musim—salah satu salju bubuk teringan dan terkering di Bumi. Empat resor yang saling terhubung (Grand Hirafu, Hanazono, Niseko Village, Annupuri) menawarkan medan untuk semua tingkatan. Tiket harian ~Rp 894.690–Rp 1.093.510 / ¥8.210–¥10.034. Musim berlangsung dari Desember hingga April. Pilihan yang lebih dekat termasuk Teine (40 menit dari pusat kota Sapporo) dan Kiroro (90 menit). Furano dan Rusutsu juga sangat bagus.

Ladang Lavender Furano

Dari akhir Juni hingga awal Agustus (puncaknya: pertengahan Juli), perbukitan Furano dan Kamifurano yang bergelombang berubah menjadi ungu dengan ladang lavender yang luas—pemandangan musim panas paling ikonik di Hokkaido. Farm Tomita (tiket masuk gratis) adalah tempat yang paling terkenal. Padukan dengan ladang bunga warna-warni di Biei yang bertetangga. Furano berjarak 2 jam dengan kereta JR dari Sapporo (~Rp 397.640 / ¥3.649 sekali jalan) atau 1,5 jam dengan mobil. Juga dikenal dengan anggur dan keju Furano. Paling baik dinikmati sebagai perjalanan sehari penuh.

Informasi Perjalanan

Menuju ke sana

  • Bandara: CTS

Waktu Terbaik untuk Berkunjung

Februari, Mei, Juni, Juli, Agustus, September, Desember

Iklim: Sejuk

Persyaratan Visa

Aturan masuk bervariasi berdasarkan paspor

Periksa persyaratan

Cuaca per Bulan

Bulan terbaik: Feb, Mei, Jun, Jul, Agu, Sep, DesTerpanas: Jul (27°C) • Paling kering: Apr (11d hujan)
Data cuaca bulanan
Bulan Tinggi Rendah Hari hujan Kondisi
Januari -1°C -7°C 14 Basah
Februari 0°C -6°C 14 Sangat baik ((terbaik))
Maret 5°C -2°C 13 Basah
April 12°C 3°C 11 Baik
Mei 18°C 9°C 12 Sangat baik ((terbaik))
Juni 22°C 15°C 14 Sangat baik ((terbaik))
Juli 27°C 20°C 13 Sangat baik ((terbaik))
Agustus 27°C 21°C 17 Sangat baik ((terbaik))
September 24°C 16°C 13 Basah ((terbaik))
Oktober 16°C 8°C 14 Basah
November 9°C 3°C 17 Basah
Desember 1°C -4°C 17 Basah ((terbaik))

Data cuaca: Arsip Open-Meteo (2020-2025) • Rata-rata historis 2020–2025

Biaya Perjalanan

Anggaran
Rp 1.391.740 /hari
Rentang umum: Rp 1.192.920 – Rp 1.590.560
Akomodasi Rp 556.696
Makanan Rp 357.876
Transportasi lokal Rp 218.702
Atraksi dan tur Rp 178.938
Kelas menengah
Rp 3.578.760 /hari
Rentang umum: Rp 3.081.710 – Rp 4.075.810
Akomodasi Rp 1.431.504
Makanan Rp 894.690
Transportasi lokal Rp 536.814
Atraksi dan tur Rp 536.814
Kemewahan
Rp 8.946.900 /hari
Rentang umum: Rp 7.654.570 – Rp 10.338.640
Akomodasi Rp 3.578.760
Makanan Rp 2.246.666
Transportasi lokal Rp 1.351.976
Atraksi dan tur Rp 1.351.976

Per orang per hari, berdasarkan hunian ganda. "Anggaran" mencakup hostel atau akomodasi bersama di kota mahal.

💡 🌍 Tip Wisatawan (Februari 2026): Februari 2026 sangat cocok untuk mengunjungi Sapporo!

Informasi Praktis

Menuju ke sana

Bandara New Chitose (CTS) berjarak 50 km di selatan pusat kota. Kereta JR Airport Express mencapai Stasiun Sapporo dalam 37 menit (~Rp 129.233 / ¥1.186, setiap 15 menit, tercakup oleh Japan Rail Pass). Bus bandara melayani hotel-hotel utama dalam 60–80 menit (~Rp 159.056 / ¥1.460). Taksi berbiaya ~Rp 1.192.920–Rp 1.491.150 / ¥10.946–¥13.683. Penerbangan domestik terhubung dari Tokyo Haneda (1 jam 30 menit), Osaka Kansai (2 jam), dan kota-kota besar Jepang lainnya. Penerbangan internasional melayani hub Asia Timur termasuk Seoul, Taipei, Bangkok, dan carter musiman dari Eropa.

Berkeliling

Sapporo memiliki tiga jalur kereta bawah tanah (Namboku, Tozai, Toho) yang mencakup area pusat dengan efisien. Sekali jalan berbiaya ~Rp 21.870–Rp 41.752 / ¥201–¥383; tiket terusan kereta bawah tanah 1 hari seharga ~Rp 89.469 / ¥821. Sapporo Streetcar (trem) berputar melalui sisi selatan (~Rp 25.847 / ¥237/perjalanan). Kereta JR menghubungkan ke Otaru (30 menit), Bandara New Chitose (37 menit), dan destinasi Hokkaido lainnya. Taksi menggunakan argo dan dapat diandalkan tetapi mahal untuk jarak jauh. Di musim dingin, jalanan bisa licin—jaringan pejalan kaki bawah tanah yang menghubungkan Stasiun Sapporo ke Susukino (500m) sangatlah berharga. Bersepeda populer di musim panas; sewa sepeda ~Rp 119.292 / ¥1.095/hari.

Uang & Pembayaran

Yen Jepang (JPY, ¥). Kurs: ¥1 ≈ Rp109. Jepang telah beralih secara signifikan ke pembayaran non-tunai, tetapi uang tunai tetap penting untuk restoran kecil, kedai ramen, mesin penjual otomatis, dan kios pasar. ATM di 7-Eleven dan Japan Post menerima kartu internasional 24/7. Kartu kredit diterima secara luas di hotel, pusat perbelanjaan, dan restoran berantai. Kartu IC (Suica/Kitaca) berfungsi di semua transportasi umum dan di minimarket—belilah satu di Stasiun JR Sapporo. Memberi tip tidak lazim dan dapat membingungkan.

Bahasa

Bahasa Jepang adalah bahasa utama. Papan petunjuk bahasa Inggris tersedia di stasiun-stasiun besar, bandara, dan tempat wisata, tetapi terbatas di restoran lokal, toko kecil, dan area perumahan. Resepsionis hotel dan pusat informasi wisata umumnya memiliki staf yang bisa berbahasa Inggris. Mode kamera Google Translate berfungsi dengan baik untuk menu. Mempelajari frasa dasar (sumimasen, arigatou gozaimasu) sangat dihargai. Sistem alamat berbasis kisi (grid) di Sapporo membuat navigasi lebih mudah daripada di kebanyakan kota Jepang lainnya.

Tips Budaya

Lepaskan sepatu saat memasuki ryokan, kuil, beberapa restoran, dan ruang ganti—cari rak sepatu di pintu masuk. Onsen (pemandian air panas) mengharuskan mandi tanpa busana; basuh tubuh hingga bersih sebelum memasuki pemandian umum. Tato mungkin membatasi akses ke beberapa onsen—periksa kebijakan sebelumnya atau cari tempat yang 'ramah tato'. Membungkuklah sedikit saat menyapa. Makan sambil berjalan dianggap tidak sopan—habiskan makanan di kios atau duduklah. Kereta adalah zona tenang—hindari panggilan telepon. Minimarket (konbini) sangat bagus untuk makanan terjangkau, ATM, dan Wi-Fi. Di musim dingin, bangunan memiliki pemanas yang baik—kenakan pakaian berlapis yang mudah dilepas saat berada di dalam ruangan.

Dapatkan eSIM

Tetap terhubung tanpa biaya roaming yang mahal. Dapatkan eSIM lokal untuk perjalanan ini mulai dari beberapa dolar saja.

Klaim Kompensasi Penerbangan

Penerbangan tertunda atau dibatalkan? Anda mungkin berhak atas kompensasi hingga Rp 11.929.200. Periksa klaim Anda di sini tanpa biaya di muka.

Itinerary Sempurna 3 Hari di Sapporo

Pusat Kota & Eksplorasi Kuliner

Pagi: Mulailah di Bekas Kantor Pemerintah Hokkaido (Gedung Bata Merah, gratis masuk, taman yang indah). Berjalanlah ke Menara Jam Sapporo (tiket masuk ~Rp 39.764 / ¥365). Lanjutkan ke selatan melalui Taman Odori ke Sapporo TV Tower (dek observasi ~Rp 129.233 / ¥1.186, pemandangan panorama tata kota yang berbentuk kisi). Siang: Makan siang di Pasar Ikan Nijo—buat kaisendon (mangkuk seafood) Anda sendiri (~Rp 198.820–Rp 298.230 / ¥1.824–¥2.737) atau cicipi kerang bakar dan kaki kepiting dari kios ke kios. Jelajahi Arkade Perbelanjaan Tanukikoji sepanjang 1 km yang beratap. Malam: Pergilah ke Gang Ramen (Ramen Yokocho) di Susukino untuk mencicipi miso ramen (~Rp 139.174–Rp 178.938 / ¥1.277–¥1.642), lalu jelajahi distrik Susukino yang diterangi lampu neon untuk minum di izakaya lokal.

Budaya, Bir & Pemandangan Malam

Pagi: Berjalan-jalan di kampus Universitas Hokkaido—jalan yang dikelilingi pohon poplar dan pohon ginkgo sangat menakjubkan (terutama di bulan Oktober). Kunjungi Museum Universitas Hokkaido yang gratis. Siang: Museum Bir Sapporo (tur mandiri gratis; set mencicipi tiga jenis bir ~Rp 119.292–Rp 139.174 / ¥1.095–¥1.277 dengan racikan eksklusif). Opsional: BBQ domba Genghis Khan sepuasnya di Beer Garden yang berdekatan (~Rp 497.050–Rp 695.870 / ¥4.561–¥6.385 untuk 100 menit dengan bir sepuasnya). Malam: Mt. Moiwa Ropeway + Kereta Gantung Mini ke puncak setinggi 531m (~Rp 238.584 / ¥2.189 pulang pergi)—tiba 30 menit sebelum matahari terbenam untuk melihat lampu-lampu kota Sapporo menyala, salah satu dari 'Tiga Pemandangan Malam Utama Baru' di Jepang.

Perjalanan Sehari ke Otaru

Seharian penuh: Kereta JR ke Otaru (30 menit, ~Rp 89.469 / ¥821 sekali jalan). Berjalanlah di sepanjang Kanal Otaru yang bersejarah yang dikelilingi gudang batu yang diubah menjadi kafe dan galeri. Kunjungi Museum Kotak Musik yang menawan dan jelajahi bengkel kaca tiup di Jalan Sakaimachi. Makan siang di Jalan Sushi—lebih dari 20 restoran sushi (set menu ~Rp 238.584–Rp 397.640 / ¥2.189–¥3.649). Cobalah cheesecake double fromage LeTAO yang terkenal. Siang: Akuarium Otaru atau berjalan-jalan santai di tepi kanal. Kanal ini paling atmosferik saat senja ketika lampu gas menerangi dinding batu. Kembali ke Sapporo untuk makan malam perpisahan dengan kepiting raja (~Rp 596.460–Rp 994.100 / ¥5.473–¥9.122 untuk paket menu kepiting) atau semangkuk miso ramen terakhir.

Tempat Menginap

Area Stasiun Sapporo

Paling cocok untuk: Pusat transportasi, pusat perbelanjaan, belanja, akses Universitas Hokkaido

Odori

Paling cocok untuk: Taman pusat, lokasi utama Festival Salju, Menara TV, atraksi budaya

Susukino

Paling cocok untuk: Kehidupan malam, ramen, kuliner, hiburan, Pasar Ikan Nijo

Maruyama-Koen

Paling cocok untuk: Kuil Hokkaido, ketenangan hunian, jalan-jalan alam, kafe

Aktivitas Populer

Tur dan pengalaman terpopuler di Sapporo

Lihat Semua Aktivitas
Loading activities…

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah saya memerlukan visa untuk mengunjungi Sapporo?
Persyaratan masuk ke Jepang bergantung pada kewarganegaraan Anda, tujuan perjalanan, dan lama kunjungan. Banyak kewarganegaraan dapat berkunjung tanpa visa hingga 90 hari untuk tujuan wisata. Persyaratan dapat mencakup visa, otorisasi perjalanan elektronik, atau bebas visa. Selalu verifikasi aturan terbaru di situs web resmi Kementerian Luar Negeri di https://www.mofa.go.jp/ sebelum memesan perjalanan Anda, karena kebijakan sering berubah.
Kapan waktu terbaik untuk mengunjungi Sapporo?
Februari adalah musim puncak untuk Festival Salju Sapporo dan ski, dengan suhu sekitar −7°C. Mei–Agustus menawarkan musim panas yang sejuk pada suhu 15–26°C dengan kelembapan rendah—ideal untuk aktivitas luar ruangan dan ladang lavender Furano (Juli). September–Oktober menghadirkan dedaunan musim gugur yang indah. Desember–Maret adalah musim salju dengan fasilitas ski yang luar biasa. Setiap musim menawarkan pengalaman yang berbeda; tidak ada waktu yang buruk jika Anda berpakaian dengan tepat.
Berapa biaya perjalanan ke Sapporo per hari?
Wisatawan dengan anggaran terbatas dapat mengelola biaya sebesar Rp 1.391.740 / ¥12.771/hari dengan menginap di guesthouse, makan ramen, dan menggunakan transportasi umum. Pengunjung kelas menengah sebaiknya menganggarkan Rp 3.578.760 / ¥32.839/hari untuk hotel yang nyaman dan restoran formal. Wisatawan mewah akan menghabiskan Rp 8.946.900+ / ¥82.098+/hari untuk ryokan premium dan kaiseki kepiting. Miso ramen seharga Rp 139.174–Rp 178.938 / ¥1.277–¥1.642, perjalanan kereta bawah tanah ~Rp 19.882–Rp 39.764 / ¥182–¥365, dan tiket masuk museum jarang melebihi Rp 139.174 / ¥1.277. Sapporo menawarkan nilai yang sepadan dibandingkan dengan Tokyo.
Berapa hari yang Anda butuhkan di Sapporo?
Tiga hari cukup untuk mencakup sorotan utama kota: Taman Odori, Pasar Nijo, Ramen Alley, Museum Bir, Gunung Moiwa, dan perjalanan sehari ke Otaru. Lima hari memungkinkan Anda menambahkan kegiatan ski di Niseko (musim dingin), ladang lavender Furano (musim panas), onsen Noboribetsu, dan eksplorasi kuliner yang lebih mendalam. Selama Festival Salju, sediakan setidaknya 2 hari penuh di kota ditambah satu hari untuk bermain ski. Kami memiliki rencana perjalanan 3 hari untuk membantu Anda merencanakan.
Apakah Sapporo aman bagi wisatawan?
Sapporo sangat aman, sejalan dengan reputasi Jepang sebagai salah satu negara teraman bagi pelancong. Kejahatan kekerasan hampir tidak ada di area wisata. Distrik hiburan malam Susukino memiliki beberapa calo bar—tolaklah dengan sopan dan teruslah berjalan. Kereta api dan kereta bawah tanah aman setiap saat. Bahaya utama di musim dingin adalah trotoar yang licin karena es—kenakan sepatu dengan daya cengkeram yang baik atau beli alat pencengkeram es (ice grips) tambahan di toko kelontong mana pun.
Bagaimana cara saya pergi dari Bandara New Chitose ke Sapporo?
Kereta JR Airport Express (Rapid Airport) beroperasi setiap 15 menit dan mencapai Stasiun Sapporo dalam 37 menit (~Rp 129.233 / ¥1.186). Layanan ini tercakup dalam Japan Rail Pass. Bus bandara melayani hotel-hotel besar dan memakan waktu 60–80 menit (~Rp 159.056 / ¥1.460). Taksi berbiaya ~Rp 1.192.920–Rp 1.491.150 / ¥10.946–¥13.683 dan memakan waktu 50–70 menit. Kereta api adalah pilihan terbaik bagi sebagian besar pengunjung—cepat, andal, dan terjangkau. Stasiun bandara berada tepat di bawah terminal.
Apa yang harus saya makan di Sapporo?
Hidangan esensial Sapporo: miso ramen (Ramen Alley, Rp 99.410–Rp 178.938 / ¥912–¥1.642), kaisendon (mangkuk nasi makanan laut) di Pasar Nijo (Rp 198.820–Rp 357.876 / ¥1.824–¥3.284), domba panggang Genghis Khan (Rp 298.230–Rp 497.050 / ¥2.737–¥4.561), kepiting raja (taraba-gani, Rp 596.460–Rp 994.100 / ¥5.473–¥9.122 untuk satu set menu), sup kari (asli dari Sapporo, Rp 159.056–Rp 238.584 / ¥1.460–¥2.189), kue cokelat putih Shiroi Koibito (oleh-oleh terkenal, ~Rp 159.056 / ¥1.460/kotak), dan melon Yubari (saat musimnya pada Juni–Agustus, Rp 99.410–Rp 298.230 / ¥912–¥2.737 per potong). Produk susu Hokkaido—susu, es krim soft-serve, dan keju—sangat luar biasa.

Mengapa Anda dapat mempercayai panduan ini

Foto Jan Křenek, pendiri GoTripzi
Jan Křenek

35+ negara • 8 tahun menganalisis data perjalanan

Pengembang independen dan analis data perjalanan yang berbasis di Praha. Telah mengunjungi lebih dari 35 negara di Eropa dan Asia, dengan pengalaman lebih dari 8 tahun dalam menganalisis rute penerbangan, harga akomodasi, dan pola cuaca musiman.

Sumber Data:
  • Dewan Pariwisata Resmi dan Panduan Wisatawan
  • Data aktivitas GetYourGuide dan Viator
  • Data harga Booking.com dan Numbeo
  • Ulasan dan peringkat Google Maps

Panduan ini menggabungkan pengalaman perjalanan pribadi dengan analisis data komprehensif untuk memberikan rekomendasi yang akurat.

Siap Mengunjungi Sapporo?

Pesan penerbangan, akomodasi, dan aktivitas Anda