Cakrawala Kawasan Pusat Bisnis Jakarta saat senja dengan pantulan blue hour pada menara-menara kaca, Jakarta, Indonesia
Indonesia

Jakarta

Ibu kota Indonesia yang kolosal ini memadukan warisan kolonial Belanda, makanan kaki lima kelas dunia, gedung pencakar langit futuristik, dan energi murni dari kota terbesar di Asia Tenggara.

  • #makanan
  • #budaya
  • #urban
  • #sejarah
  • #beragam
  • #pasar
  • #kehidupan malam
Di luar musim (harga lebih rendah)

Jakarta, Indonesia adalah tujuan dengan iklim tropis yang sempurna untuk energi megapolitan dan surga makanan kaki lima. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah Mei, Jun, Jul, Agu, dan Sep, saat kondisi cuaca ideal. Perjalanan hemat biaya sekitar Rp 695.870/hari, sementara perjalanan kelas menengah rata-rata Rp 1.789.380/hari. Aturan masuk tergantung pada paspor Anda.

Bandara: CGK Mata uang: IDR Pilihan teratas: Kota Tua, Masjid Istiqlal & Katedral Jakarta
Di Halaman Ini

"Mimpi tentang pantai berpasir putih Jakarta? Mei adalah tempat yang sempurna untuk cuaca pantai. Datanglah dengan perut kosong—masakan lokalnya tak terlupakan."

Pendapat kami

Kami membangun panduan ini menggunakan data iklim terkini, tren harga hotel, dan perjalanan kami sendiri, sehingga Anda dapat memilih bulan yang tepat tanpa menebak.

Mengapa Mengunjungi Jakarta?

Jakarta, ibu kota Indonesia yang berdenyut dan metropolis terbesar di Asia Tenggara (populasi ~11 juta di kota, ~35 juta di Jabodetabek), memberikan kesan yang luar biasa sekaligus memuaskan dalam porsi yang sama—sebuah megapolitan yang luas, semrawut, dan mempesona di mana gedung-gedung pencakar langit yang berkilauan menjulang di atas perkampungan, gudang-gudang kolonial Belanda yang berusia berabad-abad menghadap ke Laut Jawa, dan beberapa makanan kaki lima terbaik di planet ini berharga kurang dari Rp 19.882 per porsi. Terletak di pesisir barat laut Jawa, Jakarta telah menjadi pusat perdagangan selama lebih dari 500 tahun, pertama sebagai pelabuhan Kerajaan Sunda di Sunda Kelapa, kemudian sebagai ibu kota Hindia Belanda, Batavia (1619–1949), dan kini sebagai jantung politik dan ekonomi dari negara berpenduduk terbanyak keempat di dunia sekaligus negara dengan mayoritas Muslim terbesar. Kota Tua melestarikan warisan kolonial Belanda dengan Museum Sejarah Jakarta yang megah di bekas Balai Kota (1710), arsitektur bergaya Eropa di Lapangan Fatahillah, Museum Bahari di bekas gudang VOC (Kongsi Dagang Hindia Timur Belanda), dan Café Batavia yang atmosferik (berada di bangunan awal 1800-an) yang menghadap ke lapangan tersebut.

Masjid Istiqlal, yang terbesar di Asia Tenggara dengan kapasitas 200.000 jemaah, berdiri tepat di seberang jalan dari Katedral Jakarta—sebuah simbol yang disengaja untuk toleransi beragama di Indonesia dan prinsip dasar negara, Pancasila. Monumen Nasional (Monas), sebuah obelisk marmer setinggi 132 meter yang dimahkotai lidah api berlapis emas, mendominasi Lapangan Merdeka (salah satu lapangan kota terbesar di dunia dengan luas ~1km²) dan dek observasinya menawarkan pemandangan panorama ke seluruh penjuru kota. Dunia kuliner Jakarta sangat beragam, mencerminkan masakan dari 17.000+ pulau di Indonesia: restoran Padang menyajikan rendang Sumatera Barat yang pedas dan gulai di piring-piring komunal, warung Jawa menyajikan gudeg (olahan nangka) yang manis-gurih dan nasi goreng (hidangan nasi goreng nasional), pedagang Betawi (penduduk asli Jakarta) menjual soto Betawi (sup daging santan) dan kerak telor (kerak telur kelapa berbumbu), serta kafe kopitiam Tionghoa-Indonesia menyajikan nasi campur dan bakmi di Glodok, salah satu Pecinan tertua di Asia Tenggara.

Wajah modern Jakarta berkilauan di SCBD (Sudirman Central Business District) dan gugusan menara Mega Kuningan di mana bar atap, restoran internasional, dan mal raksasa seperti Grand Indonesia dan Plaza Indonesia melayani kelas menengah dan komunitas ekspatriat kota yang terus berkembang. Kemacetan Jakarta sangat legendaris—tergolong di antara kota-kota termacet di dunia—namun MRT (dibuka 2019) dan LRT berkembang pesat, mengubah perjalanan komuter di sepanjang koridor utara-selatan. Kepulauan Seribu, gugusan pulau tropis di Teluk Jakarta, menawarkan pelarian pantai berpasir putih yang dapat dicapai dengan kapal cepat dalam waktu 1–2,5 jam—sebuah liburan tropis yang mengejutkan dari kota megapolitan ini.

Berkunjunglah selama musim kemarau (Mei–September) untuk cuaca yang paling nyaman pada suhu 27–33°C, karena musim hujan (Oktober–April) membawa hujan monsun yang lebat dan banjir di beberapa titik. Dengan ekonomi Indonesia yang sedang pesat, ibu kota baru (Nusantara) yang sedang dibangun di Kalimantan, dan Jakarta yang sedang berbenah diri dengan transportasi baru, pembangunan kembali kawasan tepi air, serta kancah kuliner kelas dunia yang muncul berdampingan dengan makanan kaki lima yang legendaris, ini adalah kota yang sedang bertransformasi—semrawut, penuh energi, dan sangat memikat bagi para pelancong yang bersedia merangkul kekacauan tersebut.

Apa yang harus dilakukan

Sejarah & Landmark

Kota Tua

Kawasan kolonial Belanda di Jakarta yang berpusat di Lapangan Fatahillah. Kunjungi Museum Sejarah Jakarta (bekas Balai Kota, 1710), Museum Seni Rupa & Keramik, dan Museum Wayang (boneka). Sewalah sepeda warna-warni untuk menjelajahi jalanan berbatu. Café Batavia (bangunan awal 1800-an) di alun-alun ini sangat atmosferik untuk menikmati minuman. Buka Sel–Min pukul 09.00–15.00. Tiket masuk ~Rp 9.941 per museum.

Masjid Istiqlal & Katedral Jakarta

Masjid terbesar di Asia Tenggara (kapasitas 200.000 orang) ini terletak tepat di seberang Katedral Jakarta yang bergaya neo-Gotik—sebuah simbol kuat pluralisme agama di Indonesia. Istiqlal terbuka bagi pengunjung dari semua keyakinan yang bersikap hormat di luar waktu salat; pakaian sopan diwajibkan (tersedia jubah pinjaman gratis). Terowongan bawah tanah yang menghubungkan kedua situs tersebut melambangkan kerukunan antarumat beragama.

Monumen Nasional (Monas)

Obelisk marmer setinggi 132 meter yang dimahkotai lidah api berlapis emas ini mendominasi Lapangan Merdeka. Naiklah lift ke dek observasi untuk melihat pemandangan seluruh kota. Museum di ruang bawah tanahnya mengisahkan perjuangan kemerdekaan Indonesia. Datanglah pagi-pagi sekali (pukul 08.00) untuk menghindari panas dan antrean. Tiket masuk ~Rp 29.823. Tutup setiap hari Senin.

Kuliner & Pasar

Wisata Kuliner Kaki Lima

Kuliner kaki lima Jakarta berkelas dunia dan sangat murah. Hidangan yang wajib dicoba: nasi goreng (~Rp 9.941–Rp 19.882), sate ayam (sate dengan saus kacang, ~Rp 19.882), soto Betawi (sup daging sapi bersantan, ~Rp 29.823), martabak (pancake manis atau gurih isi, ~Rp 39.764), dan kerak telor. Jalan Sabang di dekat Monas adalah jalan kuliner legendaris yang buka hingga larut malam. Jalan Pecenongan untuk hidangan Tionghoa-Indonesia di malam hari.

Glodok (Pecinan)

Salah satu Pecinan tertua di Asia Tenggara dengan gang-gang sempit, lampion merah, kuil Tionghoa tradisional (Jin De Yuan, Dharma Bhakti), toko obat herbal, dan restoran bakmi legendaris. Bakmi Gang Kelinci dan Kopi Es Tak Kie adalah tempat yang ikonik. Kunjungilah di pagi hari untuk merasakan energi pasar dan suasana kuil. Padukan dengan kunjungan ke Kota Tua yang berada di dekatnya.

Restoran Padang

Restoran yang menyajikan masakan Sumatra Barat berjejer di seluruh kota. Pelayan akan membawakan puluhan piring kecil ke meja Anda—Anda hanya membayar apa yang Anda makan. Rendang (daging sapi berbumbu yang dimasak lama), ayam pop, gulai otak, dan sambal hijau adalah menu utamanya. Sederhana dan RM Padang Garuda adalah jaringan restoran yang tepercaya. Perkirakan biaya sekitar Rp 39.764–Rp 79.528 per orang untuk makan besar.

Jakarta Modern & Perjalanan Sehari

SCBD & Mal Raksasa

Cakrawala modern Jakarta berpusat pada menara-menara di SCBD dan Mega Kuningan. Mal Grand Indonesia dan Plaza Indonesia menawarkan belanja mewah, hidangan internasional, dan tempat berteduh dari panas. Skye bar (lantai 56, BCA Tower) menyajikan koktail dengan pemandangan matahari terbenam yang panoramik. Mal-mal ini juga berfungsi sebagai pusat sosial—warga Jakarta menganggapnya seperti taman.

Kepulauan Seribu

Gugusan lebih dari 110 pulau tropis di Teluk Jakarta, yang dapat dicapai dengan kapal cepat dari Muara Angke atau Marina Ancol (1–2,5 jam). Pulau Tidung dan Pulau Pari adalah pilihan hemat yang populer dengan pasir putih dan kegiatan snorkeling. Pulau Macan menawarkan kemewahan resor ramah lingkungan (eco-resort). Pesanlah tiket kapal untuk akhir pekan jauh-jauh hari—biasanya cepat penuh. Perjalanan sehari memungkinkan untuk dilakukan ke pulau-pulau yang lebih dekat.

Taman Impian Jaya Ancol & Sunda Kelapa

Kompleks hiburan Ancol di tepi laut memiliki Sea World (akuarium), pantai (cukup sederhana untuk standar tropis), dan taman hiburan Dunia Fantasi. Di dekatnya terdapat Sunda Kelapa, pelabuhan asli Jakarta dari abad ke-15, yang masih beroperasi dengan kapal pinisi kayu tradisional Bugis—salah satu situs paling fotogenik dan bersejarah di kota ini. Paling baik dikunjungi pada pagi hari.

Informasi Perjalanan

Menuju ke sana

  • Bandara: CGK

Waktu Terbaik untuk Berkunjung

Mei, Juni, Juli, Agustus, September

Iklim: Tropis

Persyaratan Visa

Aturan masuk bervariasi berdasarkan paspor

Periksa persyaratan

Cuaca per Bulan

Bulan terbaik: Mei, Jun, Jul, Agu, SepTerpanas: Mei (32°C) • Paling kering: Agu (11d hujan)
Data cuaca bulanan
Bulan Tinggi Rendah Hari hujan Kondisi
Januari 30°C 25°C 27 Basah
Februari 30°C 25°C 27 Basah
Maret 31°C 25°C 28 Basah
April 31°C 25°C 25 Basah
Mei 32°C 25°C 20 Sangat baik ((terbaik))
Juni 31°C 24°C 19 Sangat baik ((terbaik))
Juli 31°C 24°C 13 Sangat baik ((terbaik))
Agustus 32°C 24°C 11 Sangat baik ((terbaik))
September 32°C 25°C 14 Sangat baik ((terbaik))
Oktober 32°C 25°C 19 Basah
November 31°C 25°C 25 Basah
Desember 31°C 25°C 26 Basah

Data cuaca: Arsip Open-Meteo (2020-2025) • Rata-rata historis 2020–2025

Biaya Perjalanan

Anggaran
Rp 695.870 /hari
Rentang umum: Rp 596.460 – Rp 795.280
Akomodasi Rp 278.348
Makanan Rp 178.938
Transportasi lokal Rp 99.410
Atraksi dan tur Rp 99.410
Kelas menengah
Rp 1.789.380 /hari
Rentang umum: Rp 1.491.150 – Rp 2.087.610
Akomodasi Rp 715.752
Makanan Rp 457.286
Transportasi lokal Rp 278.348
Atraksi dan tur Rp 278.348
Kemewahan
Rp 4.970.500 /hari
Rentang umum: Rp 4.274.630 – Rp 5.765.780
Akomodasi Rp 1.988.200
Makanan Rp 1.252.566
Transportasi lokal Rp 755.516
Atraksi dan tur Rp 755.516

Per orang per hari, berdasarkan hunian ganda. "Anggaran" mencakup hostel atau akomodasi bersama di kota mahal.

💡 🌍 Tip Wisatawan (Februari 2026): Waktu terbaik untuk berkunjung: Mei, Juni, Juli, Agustus, September.

Informasi Praktis

Menuju ke sana

Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) berjarak 20 km di barat laut pusat kota. Kereta bandara (KAI Bandara) menuju stasiun BNI City memakan waktu 45 menit (~Rp 69.587). Bus bandara Damri ke stasiun Gambir ~Rp 69.587 (1–2 jam tergantung lalu lintas). Layanan transportasi daring Grab/Gojek Rp 139.174–Rp 298.230 (45 menit–2 jam tergantung lalu lintas). Taksi: merek Blue Bird dapat diandalkan dengan tarif argo ~Rp 198.820–Rp 357.876. Hindari taksi tidak resmi.

Berkeliling

Lalu lintas adalah tantangan utama Jakarta—salah satu kemacetan terburuk di dunia. MRT (dibuka tahun 2019) beroperasi dari utara ke selatan dari Lebak Bulus ke Bundaran HI dan sedang diperluas. Bus BRT TransJakarta menjangkau seluruh kota di jalur khusus (~Rp 4.971/perjalanan). Grab dan Gojek (transportasi daring dan ojek motor) sangat penting—ojek motor dapat menembus kemacetan dalam hitungan menit sementara mobil membutuhkan waktu satu jam. Kereta komuter KRL menghubungkan daerah pinggiran kota. Berjalan kaki sulit dilakukan karena trotoar yang rusak dan cuaca panas.

Uang & Pembayaran

Rupiah Indonesia (IDR, Rp). Kartu diterima di mal, hotel, dan restoran. Uang tunai sangat penting untuk jajanan kaki lima, pasar, toko kecil, dan ojek. ATM tersedia melimpah (BCA, Mandiri, BNI). Tariklah IDR saja—hindari konversi USD. Tip tidak wajib tetapi dihargai: bulatkan tagihan restoran, ~Rp 5.965–Rp 11.929 untuk layanan kecil.

Bahasa

Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi. Bahasa Inggris digunakan di hotel, restoran kelas atas, dan mal, tetapi terbatas di warung lokal, pasar, dan taksi. Pelajari frasa dasar: Terima kasih, Berapa?, Tolong. Google Translate berfungsi dengan baik. Aplikasi Grab/Gojek tersedia dalam bahasa Inggris dan menghilangkan hambatan bahasa untuk transportasi.

Tips Budaya

Indonesia adalah negara dengan mayoritas Muslim terbesar di dunia—berpakaianlah dengan sopan saat mengunjungi masjid dan situs keagamaan (bahu dan lutut tertutup). Lepaskan sepatu sebelum memasuki rumah dan beberapa toko. Gunakan tangan kanan untuk memberi dan menerima—tangan kiri dianggap tidak sopan. Tawar-menawar diharapkan di pasar tetapi tidak di mal atau restoran. Salat Jumat siang hari (pukul 12–14) berarti beberapa bisnis tutup sebentar. Warga Jakarta ramah dan memiliki rasa ingin tahu terhadap pengunjung asing.

Dapatkan eSIM

Tetap terhubung tanpa biaya roaming yang mahal. Dapatkan eSIM lokal untuk perjalanan ini mulai dari beberapa dolar saja.

Klaim Kompensasi Penerbangan

Penerbangan tertunda atau dibatalkan? Anda mungkin berhak atas kompensasi hingga Rp 11.929.200. Periksa klaim Anda di sini tanpa biaya di muka.

Itinerari Jakarta 3 Hari yang Sempurna

Jakarta Kolonial & Kota Tua

Pagi: Kota Tua—Alun-alun Fatahillah, Museum Sejarah Jakarta, sewa sepeda warna-warni. Ngopi di Café Batavia. Berjalan kaki ke pelabuhan Sunda Kelapa untuk melihat kapal pinisi tradisional. Siang: Pecinan Glodok—vihara Jin De Yuan, makan siang bakmi, toko teh herbal. Malam: Wisata kuliner kaki lima di Jalan Sabang dekat Monas—sate, nasi goreng, martabak.

Markah Tanah & Kuliner

Pagi: Monumen Nasional (Monas)—datanglah saat buka pukul 08.00, naik lift ke dek observasi. Berjalan kaki menyeberang ke Masjid Istiqlal dan Katedral Jakarta. Siang: Museum Nasional untuk artefak Indonesia dan koleksi emas Hindu-Buddha. Makan siang di restoran Padang. Malam: Kawasan SCBD—koktail saat matahari terbenam di Skye bar (lantai 56), makan malam di restoran Indonesia modern.

Kepulauan atau Kawasan

Opsi A—Kepulauan Seribu: Speedboat pagi hari menuju Pulau Tidung atau Pulau Pari. Snorkeling, pantai berpasir putih, dan makan siang hidangan laut. Kembali pada sore hari. Opsi B—Eksplorasi mendalam Jakarta: Kawasan Kemang untuk brunch, wisata sejarah Menteng, Pasar Santa, dan Taman Mini Indonesia Indah (taman miniatur arsitektur Indonesia). Malam hari: Makan malam perpisahan, bar atap.

Tempat Menginap

Menteng / Jakarta Pusat

Paling cocok untuk: Jalanan kolonial yang rindang, kedutaan besar, rumah-rumah warisan budaya, tempat makan kelas atas

SCBD / Sudirman

Paling cocok untuk: Gedung pencakar langit, bar atap, mal megah, hotel bisnis, Jakarta modern

Kota Tua

Paling cocok untuk: Sejarah kolonial Belanda, museum, Lapangan Fatahillah, fotografi

Kemang

Paling cocok untuk: Kuliner ekspatriat, restoran internasional, kopi kriya, kawasan hunian yang asri

Aktivitas Populer

Tur dan pengalaman terpopuler di Jakarta

Lihat Semua Aktivitas
Loading activities…

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah saya memerlukan visa untuk mengunjungi Jakarta?
Persyaratan masuk ke Indonesia bergantung pada kewarganegaraan Anda, tujuan perjalanan, dan lama kunjungan. Banyak warga negara dapat memperoleh Visa on Arrival (VOA) untuk 30 hari (dapat diperpanjang satu kali selama 30 hari lagi) atau mengajukan e-VOA secara daring sebelum bepergian. Beberapa warga negara memenuhi syarat untuk masuk bebas visa hingga 30 hari (tidak dapat diperpanjang). Selalu verifikasi aturan terbaru di situs web resmi pemerintah seperti https://molina.imigrasi.go.id/ sebelum memesan perjalanan Anda, karena kebijakan sering berubah.
Kapan waktu terbaik untuk mengunjungi Jakarta?
Mei–September (musim kemarau) menawarkan cuaca paling nyaman pada suhu 27–33°C dengan kelembapan yang lebih rendah. Musim hujan (Oktober–April) membawa hujan lebat di sore hari dan banjir sesekali, meskipun pagi hari sering kali cerah. Jakarta panas sepanjang tahun—tidak ada musim 'dingin' yang sebenarnya. Juni–Agustus adalah puncak musim kemarau dengan curah hujan paling sedikit.
Berapa biaya perjalanan ke Jakarta per hari?
Wisatawan dengan anggaran terbatas membutuhkan Rp 497.050–Rp 894.690/hari untuk penginapan, jajanan kaki lima, dan transportasi umum. Pengunjung kelas menengah sebaiknya menganggarkan Rp 1.590.560–Rp 2.584.660/hari untuk hotel bintang 4 dan restoran. Menginap mewah mulai dari Rp 4.970.500+/hari. Harga makanan kaki lima berkisar antara Rp 9.941–Rp 39.764, tiket masuk museum Rp 9.941–Rp 59.646, dan perjalanan MRT sekitar Rp 5.965–Rp 13.917. Jakarta sangat terjangkau.
Berapa hari yang Anda butuhkan di Jakarta?
Jakarta adalah kota besar dengan lingkungan yang beragam, makanan kelas dunia, dan sejarah kolonial. Meskipun Anda dapat melihat tempat-tempat utamanya dalam 3 hari, 5 hari memungkinkan Anda menjelajahi Kota Tua, melakukan perjalanan sehari ke Kepulauan Seribu, dan mencicipi berbagai kuliner kota dengan puas. Kami memiliki rencana perjalanan 3 dan 5 hari untuk membantu Anda merencanakan.
Apakah Jakarta mahal?
Jakarta sangat ramah di kantong. Jajanan kaki lima berbiaya Rp 9.941–Rp 39.764 per hidangan, tiket masuk museum jarang melebihi Rp 59.646, dan hotel yang nyaman mulai dari Rp 497.050/malam. Makan di restoran kelas menengah berkisar antara Rp 99.410–Rp 298.230 per orang. Pengeluaran terbesar adalah penerbangan domestik dan perjalanan kapal ke Kepulauan Seribu. Ini adalah salah satu ibu kota utama di Asia yang paling murah untuk dikunjungi.
Apakah Jakarta aman bagi wisatawan?
Jakarta umumnya aman bagi wisatawan yang menerapkan kewaspadaan sewajarnya. Pencurian kecil dan penjambretan tas sering terjadi di area ramai—pastikan barang berharga Anda tetap aman. Gunakan aplikasi transportasi daring (Grab, Gojek) daripada menyetop taksi sembarangan. Lalu lintas sangat berbahaya bagi pejalan kaki—gunakan tempat penyeberangan yang tersedia. Hindari aksi protes atau demonstrasi. Kawasan wisata utama (Kota Tua, SCBD, Menteng) dipatroli dengan baik.
Apa saja tempat wisata yang wajib dikunjungi di Jakarta?
Kota Tua dan Lapangan Fatahillah, Masjid Istiqlal (terbesar di Asia Tenggara), Monumen Nasional (Monas), Pecinan Glodok, jajanan kaki lima di Jalan Sabang, santapan lezat di restoran Padang, pelabuhan bersejarah Sunda Kelapa, bar atap di SCBD, dan perjalanan sehari ke Kepulauan Seribu. Museum Nasional menyimpan koleksi artefak terbaik di Indonesia.

Mengapa Anda dapat mempercayai panduan ini

Foto Jan Křenek, pendiri GoTripzi
Jan Křenek

35+ negara • 8 tahun menganalisis data perjalanan

Pengembang independen dan analis data perjalanan yang berbasis di Praha. Telah mengunjungi lebih dari 35 negara di Eropa dan Asia, dengan pengalaman lebih dari 8 tahun dalam menganalisis rute penerbangan, harga akomodasi, dan pola cuaca musiman.

Sumber Data:
  • Dewan Pariwisata Resmi dan Panduan Wisatawan
  • Data aktivitas GetYourGuide dan Viator
  • Data harga Booking.com dan Numbeo
  • Ulasan dan peringkat Google Maps

Panduan ini menggabungkan pengalaman perjalanan pribadi dengan analisis data komprehensif untuk memberikan rekomendasi yang akurat.

Siap Mengunjungi Jakarta?

Pesan penerbangan, akomodasi, dan aktivitas Anda