Kanopi hutan pinus yang rimbun dengan suasana berkabut di dekat Yogyakarta, Jawa, Indonesia
Indonesia

Yogyakarta

Ibu kota budaya Indonesia dan satu-satunya kota yang masih diperintah oleh seorang Sultan, Yogyakarta adalah gerbang menuju Borobudur dan Prambanan — dua kompleks candi paling luar biasa di dunia — yang dibalut dalam tradisi Jawa yang hidup, pemandangan vulkanik, dan salah satu destinasi wisata termurah di Asia Tenggara.

  • #budaya
  • #kuil
  • #sejarah
  • #makanan
  • #seni
  • #anggaran
  • #alam
Di luar musim (harga lebih rendah)

Yogyakarta, Indonesia adalah tujuan dengan iklim tropis yang sempurna untuk candi kuno, budaya Jawa yang hidup, dan lanskap vulkanik. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah Mei, Jun, Jul, Agu, dan Sep, saat kondisi cuaca ideal. Perjalanan hemat biaya sekitar Rp 497.050/hari, sementara perjalanan kelas menengah rata-rata Rp 1.391.740/hari. Aturan masuk tergantung pada paspor Anda.

Bandara: JOG, YIA Mata uang: IDR Pilihan teratas: Candi Borobudur (UNESCO), Kompleks Candi Prambanan (UNESCO)
Di Halaman Ini

"Mei sempurna untuk mengunjungi kuil di Yogyakarta — rencanakan perjalanan spiritual Anda. Siapkan sepatu bot Anda untuk jalur epik dan pemandangan menakjubkan."

Pendapat kami

Kami membangun panduan ini menggunakan data iklim terkini, tren harga hotel, dan perjalanan kami sendiri, sehingga Anda dapat memilih bulan yang tepat tanpa menebak.

Mengapa Mengunjungi Yogyakarta?

Yogyakarta (sering disingkat Jogja) adalah jiwa budaya Jawa dan bisa dibilang seluruh Indonesia — sebuah kota yang padat, kreatif, dan sangat mandiri dengan penduduk sekitar 430.000 jiwa (metro sekitar 3,7 juta) di mana tradisi kerajaan kuno berkembang pesat berdampingan dengan kancah seni mahasiswa yang semarak, serta dua Situs Warisan Dunia UNESCO yang terletak dalam jarak tempuh perjalanan sehari. Ini adalah satu-satunya kota di Indonesia yang masih diperintah oleh seorang Sultan: Sri Sultan Hamengkubuwono X bertahta dari Kraton (Istana Sultan), sebuah kompleks bertembok luas dari abad ke-18 yang tetap menjadi jantung spiritual dan politik kota ini. Kompleks istana ini mencakup Taman Sari, sebuah kompleks pemandian yang sebagian telah runtuh namun memiliki suasana yang memikat, dibangun pada tahun 1758 untuk keluarga kerajaan, lengkap dengan masjid bawah tanah, jalan setapak yang tinggi, dan kolam-kolam yang dulunya melayani istana Sultan.\n\nDaya tarik terbesar Yogyakarta terletak tepat di luar batas kota.

Borobudur, sekitar 40 km ke arah barat laut, adalah candi Buddha terbesar di dunia — sebuah piramida abad ke-9 dengan 2.672 panel relief dan 504 patung Buddha yang menjulang dari dataran berkabut yang dikelilingi oleh gunung berapi. Menyaksikan matahari terbit dari teras atasnya saat kabut terangkat dari Dataran Kedu adalah salah satu momen perjalanan paling ikonik di Asia Tenggara. Prambanan, sekitar 17 km ke arah timur, adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia — sekumpulan menara batu menjulang yang didedikasikan untuk Siwa, Brahma, dan Wisnu, dibangun sekitar tahun 850 Masehi dan menyaingi Angkor dalam ambisi arsitekturnya.\n\nKembali ke kota, Jalan Malioboro adalah urat nadi komersial utama — sebuah jalur yang ramai dan penuh warna dengan toko-toko batik, pedagang kaki lima, pengemudi becak, dan pengamen yang membentang dari Stasiun Tugu ke selatan menuju Kraton.

Jalan Prawirotaman, beberapa kilometer ke selatan, menawarkan suasana yang lebih tenang: jalan yang berorientasi pada wisatawan dengan deretan penginapan butik, kedai kopi spesial, toko barang antik, dan restoran yang menyajikan hidangan Jawa maupun internasional.\n\nYogyakarta adalah pusat batik Jawa yang tak terbantahkan, yang diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda. Lokakarya di seluruh kota mengajarkan proses pewarnaan rintang lilin, dan Museum Batik memamerkan seni tekstil selama berabad-abad. Kota ini juga terkenal dengan wayang kulit — pertunjukan boneka bayangan tradisional yang mengisahkan epos Hindu melalui tokoh-tokoh kulit yang dipahat dengan rumit, sering kali diiringi oleh orkestra gamelan lengkap.

Pertunjukan diadakan setiap malam di Kraton dan Museum Sonobudoyo.\n\nMenjulang 30 km ke utara, Gunung Merapi (2.930 meter) adalah salah satu gunung berapi paling aktif di dunia. Tur jip saat matahari terbit ke area puncak, tur lava melalui desa-desa yang terkubur oleh letusan tahun 2010, dan pendakian berpemandu menawarkan perjumpaan dramatis dengan kekuatan murni gunung tersebut.\n\nKuliner Jawa di sini sangat khas: gudeg (nangka muda yang direbus berjam-jam dalam santan dan gula kelapa) adalah hidangan khas kota ini, bersama dengan nasi goreng, bakmi Jawa, sate klathak (sate kambing tebal yang dipanggang di atas arang), dan angkringan — gerobak pinggir jalan sederhana yang menyajikan piring-piring kecil dan kopi Jawa manis dengan harga mulai dari Rp 3.976. Yogyakarta tetap menjadi salah satu destinasi paling terjangkau di seluruh Asia Tenggara, dengan penginapan yang nyaman mulai dari Rp 159.056/malam, makanan lengkap di bawah Rp 39.764, dan tiket masuk candi sekitar Rp 397.640–Rp 497.050 untuk pengunjung internasional.

Musim kemarau (Mei–September) menghadirkan hari-hari yang hangat dan cerah pada suhu 28–33°C, ideal untuk eksplorasi candi dan pendakian gunung berapi.

Apa yang harus dilakukan

Candi & Warisan Budaya

Candi Borobudur (UNESCO)

Candi Buddha terbesar di dunia, berjarak sekitar 40 km di barat laut kota. Mahakarya abad ke-9 ini memiliki 2.672 panel relief, 504 patung Buddha, dan 72 stupa berlubang di sembilan platform bertingkat. Pengalaman matahari terbit (masuk mulai pukul 04.30, ~Rp 994.100) memungkinkan Anda menyaksikan fajar menyingsing di atas Dataran Kedu dengan latar belakang gunung berapi — sebuah momen yang wajib masuk daftar keinginan. Tiket masuk siang hari standar adalah ~Rp 437.404 untuk pengunjung internasional, dengan tambahan opsional untuk akses ke area atas (~Rp 119.292). Luangkan waktu 3–4 jam.

Kompleks Candi Prambanan (UNESCO)

Kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia, berjarak sekitar 17 km di timur kota. Candi Siwa setinggi 47 meter yang menjulang menjadi pusat dari gugusan kuil berukir rumit yang didedikasikan untuk Brahma dan Wisnu, dibangun sekitar tahun 850 Masehi. Sendratari Ramayana dipentaskan di sini pada malam-malam tertentu (Mei–Oktober) dengan latar belakang candi yang diterangi lampu sorot. Tiket masuk ~Rp 417.522 untuk pengunjung internasional. Paling baik dikunjungi pada sore hari untuk mendapatkan cahaya yang lebih lembut.

Kraton (Istana Sultan)

Kompleks istana kerajaan abad ke-18 tempat Sri Sultan Hamengkubuwono X masih tinggal dan memerintah — satu-satunya kesultanan yang masih berkuasa di Indonesia modern. Paviliun terbuka (pendopo) menjadi tempat latihan gamelan harian dan tari Jawa klasik. Kunjungilah di pagi hari (08.30–13.00) saat musisi keraton tampil. Tiket masuk ~Rp 19.882. Padukan dengan kunjungan ke Istana Air Taman Sari yang berada di dekatnya (~500 meter ke arah selatan).

Istana Air Taman Sari

Kompleks pemandian kerajaan tahun 1758 yang sebagian telah menjadi reruntuhan ini memiliki jalan setapak yang tinggi, lorong bawah tanah, masjid tersembunyi, dan kolam hias yang dulunya dikhususkan bagi kerabat Sultan. Kampung di sekitar Taman Sari telah menjadi galeri seni jalanan terbuka. Kunjungilah pagi-pagi sekali sebelum rombongan tur tiba. Tiket masuk ~Rp 9.941. Fotografi di sini sangat luar biasa di tengah cahaya yang menembus celah-celah koridor bawah tanah.

Seni, Budaya & Malam Hari

Lokakarya Batik

Yogyakarta adalah pusat batik Jawa — teknik pewarnaan rintang lilin yang diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda. Studio-studio di lingkungan Taman Sari dan di sepanjang Jalan Tirtodipuran menawarkan lokakarya setengah hari (Rp 99.410–Rp 198.820) di mana Anda dapat membuat kain batik sendiri. Museum Batik di Jalan Sultan Agung memamerkan tekstil kerajaan kuno. Tanggal 2 Oktober adalah Hari Batik Nasional — kota ini merayakannya dengan parade dan pameran.

Wayang Kulit

Pertunjukan boneka bayangan dari kulit tradisional yang menceritakan episode dari Ramayana dan Mahabharata, diiringi oleh orkestra gamelan langsung. Sang dalang menyuarakan semua karakter sendirian selama pertunjukan yang bisa berlangsung berjam-jam. Pertunjukan singkat setiap malam (20.00–22.00) di Museum Sonobudoyo (~Rp 29.823) dan Kraton menawarkan pengenalan yang mudah dinikmati.

Jalan Malioboro

Jantung kota Yogyakarta — jalanan ramai sepanjang 1,5 km yang membentang dari Stasiun Tugu hingga Kraton. Di siang hari: toko batik, perhiasan perak, kerajinan kulit, dan wayang. Di malam hari: lesehan (makan di atas tikar) berjejer di trotoar menyajikan gudeg, nasi goreng, dan kopi Jawa yang manis. Paling baik dijelajahi dengan berjalan kaki atau naik becak (~Rp 9.941–Rp 19.882 per perjalanan). Pasar Beringharjo yang berada di sebelahnya adalah pasar tradisional tertua di kota ini — terdiri dari tiga lantai tekstil, rempah-rempah, dan jamu.

Alam & Petualangan

Matahari Terbit Gunung Merapi & Lava Tour

Salah satu gunung berapi paling aktif di dunia (2.930 meter) yang menjulang 30 km di utara kota. Tur jip sebelum fajar (berangkat sekitar pukul 04.00) mendaki ke titik pandang untuk pemandangan matahari terbit yang spektakuler. Lava tour Merapi melewati desa-desa yang terkubur oleh letusan dahsyat tahun 2010, termasuk rumah mendiang juru kunci gunung berapi tersebut, Mbah Maridjan, yang masih dilestarikan. Pendakian puncak dengan pemandu (mulai pukul 00.30, 5–6 jam pulang pergi) hanya untuk pendaki yang bugar.

Goa Jomblang

Sebuah gua vertikal sekitar 60 km di tenggara di mana Anda akan menuruni tali setinggi 60 meter ke dalam lubang runtuhan, lalu berjalan melalui lorong sungai bawah tanah untuk mencapai ruangan yang diterangi oleh seberkas cahaya matahari — 'cahaya surga' yang terkenal. Berkas cahaya tersebut tampak paling bagus antara pukul 10.00–12.00. Pesanlah melalui operator lokal (~Rp 497.050 termasuk peralatan dan pemandu). Tidak cocok bagi mereka yang memiliki masalah mobilitas atau klaustrofobia.

Parangtritis & Pantai Pesisir Selatan

Pantai berpasir hitam yang liar di Parangtritis, sekitar 27 km ke arah selatan, kental dengan mitologi Jawa sebagai wilayah kekuasaan Nyi Roro Kidul, Ratu Laut Selatan. Arus yang kuat membuat berenang menjadi berbahaya, namun pemandangannya sangat dramatis — bukit pasir yang menjulang tinggi, deburan ombak Samudra Hindia, dan naik kereta kuda di sepanjang pantai. Pantai Timang yang berada di dekatnya menawarkan penyeberangan gondola ke pulau karang. Matahari terbenam di sini sangat spektakuler.

Informasi Perjalanan

Menuju ke sana

  • Bandara: JOG, YIA

Waktu Terbaik untuk Berkunjung

Mei, Juni, Juli, Agustus, September

Iklim: Tropis

Persyaratan Visa

Aturan masuk bervariasi berdasarkan paspor

Periksa persyaratan

Cuaca per Bulan

Bulan terbaik: Mei, Jun, Jul, Agu, SepTerpanas: Feb (31°C) • Paling kering: Jul (10d hujan)
Data cuaca bulanan
Bulan Tinggi Rendah Hari hujan Kondisi
Januari 30°C 24°C 27 Basah
Februari 31°C 24°C 26 Basah
Maret 31°C 24°C 29 Basah
April 31°C 24°C 27 Basah
Mei 31°C 24°C 20 Sangat baik ((terbaik))
Juni 30°C 23°C 21 Sangat baik ((terbaik))
Juli 29°C 22°C 10 Sangat baik ((terbaik))
Agustus 29°C 22°C 11 Sangat baik ((terbaik))
September 30°C 23°C 15 Sangat baik ((terbaik))
Oktober 30°C 23°C 24 Basah
November 30°C 24°C 28 Basah
Desember 30°C 24°C 28 Basah

Data cuaca: Arsip Open-Meteo (2020-2025) • Rata-rata historis 2020–2025

Biaya Perjalanan

Anggaran
Rp 497.050 /hari
Rentang umum: Rp 397.640 – Rp 596.460
Akomodasi Rp 198.820
Makanan Rp 119.292
Transportasi lokal Rp 79.528
Atraksi dan tur Rp 59.646
Kelas menengah
Rp 1.391.740 /hari
Rentang umum: Rp 1.192.920 – Rp 1.590.560
Akomodasi Rp 556.696
Makanan Rp 357.876
Transportasi lokal Rp 218.702
Atraksi dan tur Rp 218.702
Kemewahan
Rp 3.976.400 /hari
Rentang umum: Rp 3.379.940 – Rp 4.572.860
Akomodasi Rp 1.590.560
Makanan Rp 994.100
Transportasi lokal Rp 596.460
Atraksi dan tur Rp 596.460

Per orang per hari, berdasarkan hunian ganda. "Anggaran" mencakup hostel atau akomodasi bersama di kota mahal.

💡 🌍 Tip Wisatawan (Februari 2026): Waktu terbaik untuk berkunjung: Mei, Juni, Juli, Agustus, September.

Informasi Praktis

Menuju ke sana

Yogyakarta International Airport (YIA) adalah bandara baru yang terletak ~40km di selatan pusat kota di Kulon Progo; kereta bandara ke stasiun Tugu memakan waktu ~35–40 menit (~Rp 49.705). Bandara Adisucipto (JOG) yang lebih lama berjarak 8km di timur pusat kota dan melayani penerbangan domestik terbatas; taksi/Grab ~Rp 59.646–Rp 99.410 (20 menit). Stasiun kereta api Tugu menghubungkan ke Jakarta (7–8 jam), Surabaya (5 jam), dan Bandung dengan kereta api yang menyuguhkan pemandangan indah. Bus jarak jauh melayani terminal bus Giwangan.

Berkeliling

Yogyakarta itu ringkas dan mudah dijelajahi. Layanan transportasi daring Grab dan Gojek adalah pilihan paling nyaman (ojek motor ~Rp 5.965–Rp 13.917, mobil ~Rp 19.882–Rp 59.646 untuk sebagian besar perjalanan dalam kota). Bus Trans Jogja mencakup rute-rute utama (~Rp 4.971/sekali jalan). Becak adalah ikon untuk perjalanan jarak pendek di sekitar Malioboro dan Kraton (~Rp 9.941–Rp 29.823). Sewa sepeda motor cukup populer (Rp 79.528–Rp 119.292/hari dengan SIM). Berjalan kaki sangat menyenangkan di area Kraton dan Prawirotaman. Untuk ke Borobudur/Prambanan, sebaiknya sewa sopir pribadi (Rp 298.230–Rp 596.460/hari).

Uang & Pembayaran

Rupiah Indonesia (IDR, Rp). Kartu diterima di hotel, restoran besar, dan mal. Uang tunai sangat penting untuk jajanan kaki lima, candi, pasar, penginapan kecil, dan naik becak. ATM tersedia melimpah (BCA, BNI, Mandiri) di sekitar Malioboro dan mal. Tariklah dalam mata uang IDR saja — hindari konversi USD. Tip tidak diwajibkan tetapi dihargai: bulatkan tagihan, ~Rp 5.965 untuk layanan kecil.

Bahasa

Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi; bahasa Jawa digunakan secara luas di kalangan penduduk setempat. Bahasa Inggris dipahami di hotel, restoran wisata, dan agen tur, tetapi terbatas di warung, pasar, dan transportasi lokal. Pelajari dasarnya: Terima kasih, Berapa?, Tolong, Permisi. Google Translate sangat membantu. Warga Yogyakarta terkenal sabar dan suka membantu pengunjung.

Tips Budaya

Yogyakarta berakar kuat pada budaya keraton Jawa — kesopanan dan tutur kata yang lembut sangat dihargai. Berpakaianlah dengan sopan saat mengunjungi Kraton, masjid, dan candi (bahu dan lutut tertutup; sarung disediakan di candi-candi besar). Lepaskan sepatu sebelum memasuki rumah dan beberapa area suci. Gunakan tangan kanan untuk memberi dan menerima. Sultan sangat dihormati — hindari komentar yang meremehkan tentang monarki. Tawar-menawar diharapkan di pasar Malioboro, tetapi lakukanlah dengan senyuman. Salat Jumat (jam 12–2 siang) berarti beberapa toko akan tutup sebentar.

Dapatkan eSIM

Tetap terhubung tanpa biaya roaming yang mahal. Dapatkan eSIM lokal untuk perjalanan ini mulai dari beberapa dolar saja.

Klaim Kompensasi Penerbangan

Penerbangan tertunda atau dibatalkan? Anda mungkin berhak atas kompensasi hingga Rp 11.929.200. Periksa klaim Anda di sini tanpa biaya di muka.

Itinerary Sempurna 3 Hari di Yogyakarta

Matahari Terbit Borobudur & Yogyakarta Kerajaan

Sebelum fajar: Penjemputan di hotel sekitar jam 3:30 pagi untuk tur matahari terbit Borobudur. Saksikan fajar dari teras atas saat kabut mulai terangkat dari Dataran Kedu (tiba jam 4:30 pagi, sediakan waktu 3 jam di candi). Kembali ke kota menjelang siang. Sore: Kraton (Istana Sultan) — latihan gamelan dan area istana. Berjalan kaki ke Istana Air Taman Sari dan jelajahi kampung seni jalanan. Malam: Jalan Malioboro — telusuri toko-toko batik, lalu makan lesehan di trotoar untuk menikmati gudeg dan kopi Jawa yang manis.

Prambanan, Batik & Budaya

Pagi: Kompleks Candi Prambanan (~17km ke arah timur, 30 menit dengan Grab). Jelajahi candi utama Siwa, Brahma, dan Wisnu serta reruntuhan candi Sewu dan Plaosan di sekitarnya. Sore: Kembali ke kota untuk lokakarya batik di area Taman Sari (2–3 jam, ~Rp 99.410–Rp 198.820). Kunjungi Museum Sonobudoyo untuk melihat seni dan artefak Jawa. Malam: Pertunjukan wayang kulit di Museum Sonobudoyo (jam 8–10 malam, ~Rp 29.823). Makan malam di Jalan Prawirotaman — cobalah bakmi Jawa dan sate klathak.

Gunung Merapi & Cita Rasa Lokal

Pagi buta: Tur jeep matahari terbit Gunung Merapi (berangkat ~4:30 pagi). Berkendara melewati zona letusan 2010, kunjungi museum desa yang hancur, dan nikmati pemandangan panorama gunung berapi. Kembali jam 9 pagi. Menjelang siang: Pasar Beringharjo — tiga lantai berisi rempah-rempah, batik, dan jamu. Makan siang di Gudeg Pawon (dapur bawah tanah, favorit warga lokal). Sore: Desa perak Kota Gede — saksikan pengrajin membuat perhiasan perak filigran yang rumit. Malam: Makan malam di angkringan dekat stasiun Tugu — piring-piring kecil dan kopi dengan harga di bawah Rp 19.882. Jalan-jalan terakhir di Malioboro.

Tempat Menginap

Kraton / Alun-Alun

Paling cocok untuk: Keraton Sultan, Taman Sari, budaya keraton Jawa, suasana tradisional

Malioboro / Pusat Kota

Paling cocok untuk: Belanja, jajanan kaki lima, kehidupan malam, akses pusat, infrastruktur wisata

Prawirotaman

Paling cocok untuk: Penginapan butik, kafe, komunitas pelancong, kancah kreatif, malam yang tenang

Kotagede

Paling cocok untuk: Kerajinan perak, rumah warisan Jawa, lingkungan lokal yang tenang

Condongcatur / Yogyakarta Utara

Paling cocok untuk: Area universitas, kafe modern, mal, akses mudah ke Prambanan

Aktivitas Populer

Tur dan pengalaman terpopuler di Yogyakarta

Lihat Semua Aktivitas
Loading activities…

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah saya memerlukan visa untuk mengunjungi Yogyakarta?
Persyaratan masuk ke Indonesia bergantung pada kewarganegaraan, tujuan perjalanan, dan durasi masa tinggal Anda. Banyak kewarganegaraan dapat memperoleh Visa on Arrival (VOA) untuk 30 hari (dapat diperpanjang satu kali selama 30 hari lagi) atau mengajukan e-VOA secara daring sebelum bepergian. Beberapa kewarganegaraan memenuhi syarat untuk bebas visa hingga 30 hari (tidak dapat diperpanjang). Selalu verifikasi aturan terbaru di situs web resmi pemerintah seperti https://molina.imigrasi.go.id/ sebelum memesan perjalanan Anda, karena kebijakan sering berubah.
Kapan waktu terbaik untuk mengunjungi Yogyakarta?
Mei–September (musim kemarau) adalah waktu yang ideal, dengan hari-hari yang hangat dan cerah pada suhu 28–33°C serta kelembapan rendah — sangat cocok untuk kunjungan ke candi dan pendakian gunung berapi. Musim hujan (Oktober–April) membawa hujan lebat di sore hari, namun pagi hari sering kali cerah. Juni–Agustus adalah puncak musim kemarau dengan curah hujan paling sedikit. Yogyakarta terasa panas sepanjang tahun tanpa adanya musim dingin yang sesungguhnya.
Bagaimana cara pergi dari Yogyakarta ke Borobudur?
Borobudur berjarak sekitar 40km di barat laut kota (1–1,5 jam perjalanan darat). Pilihan: sopir pribadi/sewa mobil (Rp 298.230–Rp 497.050 pulang pergi, paling fleksibel), transportasi daring melalui Grab (~Rp 139.174–Rp 198.820 sekali jalan), minibus umum dari terminal bus Jombor (~Rp 29.823, 1,5 jam), atau tur matahari terbit terorganisir (Rp 397.640–Rp 596.460 termasuk penjemputan di hotel mulai pukul 03:30). Sebagian besar pengunjung menggabungkan Borobudur dan Prambanan dalam satu hari perjalanan.
Berapa biaya perjalanan ke Yogyakarta per hari?
Yogyakarta adalah salah satu destinasi termurah di Asia Tenggara. Wisatawan dengan anggaran terbatas dapat mencukupi kebutuhan dengan Rp 397.640–Rp 596.460/hari untuk penginapan, jajanan kaki lima, dan transportasi lokal. Pengunjung kelas menengah sebaiknya menganggarkan Rp 994.100–Rp 1.590.560/hari untuk hotel butik dan restoran formal. Penginapan mewah mulai dari Rp 2.982.300+/hari. Makanan kaki lima berbiaya Rp 5.965–Rp 29.823, dan tiket masuk Borobudur/Prambanan sekitar Rp 417.522–Rp 437.404 per orang untuk pengunjung internasional.
Berapa hari yang Anda butuhkan di Yogyakarta?
Tiga hari sudah mencakup hal-hal penting: matahari terbit di Borobudur, Prambanan, Keraton, dan Jalan Malioboro. Lima hari memungkinkan Anda menambah kunjungan ke Gunung Merapi, Goa Jomblang, lokakarya batik, dan eksplorasi kuliner yang lebih mendalam. Satu minggu memungkinkan Anda menyertakan pantai pesisir selatan dan Dataran Tinggi Dieng di dekatnya. Kami merekomendasikan setidaknya 3 hari penuh.
Apakah Yogyakarta aman bagi wisatawan?
Yogyakarta secara luas dianggap sebagai salah satu kota teraman di Indonesia. Pencurian kecil jarang terjadi dibandingkan dengan kota-kota besar lainnya di Indonesia — gunakan kewaspadaan normal terhadap barang berharga Anda. Gunung Merapi adalah gunung berapi aktif; selalu ikuti zona larangan dari otoritas setempat. Arus pecah (rip currents) di pantai pesisir selatan berbahaya — jangan berenang di Parangtritis. Kota ini ramah bagi pejalan kaki, bersahabat, dan sangat menyambut pengunjung asing.
Makanan apa yang wajib saya coba di Yogyakarta?
Gudeg (nangka muda yang dimasak perlahan dengan santan dan gula jawa) adalah hidangan ikonik kota ini — cobalah di Gudeg Yu Djum atau Gudeg Pawon. Sate klathak (sate kambing tebal) adalah spesialisasi lokal di dekat jalan lingkar selatan. Bakmi Jawa (mie tumis khas Jawa), nasi goreng, dan gerobak angkringan (piring-piring kecil dengan kopi manis mulai dari ~Rp 3.976) adalah hal yang wajib dicoba. Wedang ronde (sup jahe hangat dengan bola-bola ketan) adalah camilan malam kaki lima yang sempurna.

Mengapa Anda dapat mempercayai panduan ini

Foto Jan Křenek, pendiri GoTripzi
Jan Křenek

35+ negara • 8 tahun menganalisis data perjalanan

Pengembang independen dan analis data perjalanan yang berbasis di Praha. Telah mengunjungi lebih dari 35 negara di Eropa dan Asia, dengan pengalaman lebih dari 8 tahun dalam menganalisis rute penerbangan, harga akomodasi, dan pola cuaca musiman.

Sumber Data:
  • Dewan Pariwisata Resmi dan Panduan Wisatawan
  • Data aktivitas GetYourGuide dan Viator
  • Data harga Booking.com dan Numbeo
  • Ulasan dan peringkat Google Maps

Panduan ini menggabungkan pengalaman perjalanan pribadi dengan analisis data komprehensif untuk memberikan rekomendasi yang akurat.

Siap Mengunjungi Yogyakarta?

Pesan penerbangan, akomodasi, dan aktivitas Anda