Mausoleum marmer putih Taj Mahal dengan kolam pemantul dan taman, Agra, India
India

Agra

Rumah bagi Taj Mahal — salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia Baru — Agra adalah gudang harta karun arsitektur Mughal, Situs Warisan Dunia UNESCO, dan tradisi kuliner yang kaya di sepanjang Segitiga Emas India yang terkenal.

  • #sejarah
  • #arsitektur
  • #UNESCO
  • #budaya
  • #ramah anggaran
  • #fotografi
  • #makanan
Waktu yang tepat untuk berkunjung!

Agra, India adalah tujuan dengan iklim hangat yang sempurna untuk Taj Mahal dan kemegahan Mughal. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah Okt, Nov, Des, Jan, Feb, dan Mar, saat kondisi cuaca ideal. Perjalanan hemat biaya sekitar Rp 695.870/hari, sementara perjalanan kelas menengah rata-rata Rp 994.100/hari. Aturan masuk tergantung pada paspor Anda.

Bandara: AGR, DEL Mata uang: INR (1 ₹ ≈ 186 Rp) Pilihan teratas: Taj Mahal (UNESCO), Benteng Agra (UNESCO)
Di Halaman Ini

"Keluar dan nikmati sinar matahari sambil menjelajahi Taj Mahal (UNESCO). Februari adalah waktu yang ideal untuk mengunjungi Agra. Datanglah dengan perut kosong—masakan lokalnya tak terlupakan."

Pendapat kami

Kami membangun panduan ini menggunakan data iklim terkini, tren harga hotel, dan perjalanan kami sendiri, sehingga Anda dapat memilih bulan yang tepat tanpa menebak.

Mengapa Mengunjungi Agra?

Agra (populasi ~1,6 juta) terletak di tepi Sungai Yamuna di Uttar Pradesh, India utara, dan mendapatkan ketenaran globalnya berkat satu bangunan tunggal: Taj Mahal. Dipesan pada tahun 1632 oleh Kaisar Mughal Shah Jahan sebagai mausoleum untuk istri tercintanya Mumtaz Mahal dan selesai sekitar tahun 1653, Taj Mahal secara luas dianggap sebagai bangunan terindah yang pernah diciptakan — sebuah mahakarya simetris dari marmer putih Makrana yang bertatahkan batu mulia, menarik hampir 7 juta pengunjung setiap tahunnya. Namun Agra jauh lebih dari sekadar kota dengan satu monumen.

Benteng Agra yang masif, Situs Warisan Dunia UNESCO lainnya, berfungsi sebagai pusat kekuasaan Mughal selama beberapa generasi. Dinding batu pasir merahnya mengelilingi istana, aula pertemuan, dan Musamman Burj yang menyentuh hati — menara marmer tempat Shah Jahan menghabiskan tahun-tahun terakhirnya dipenjara oleh putranya sendiri, Aurangzeb, sambil menatap ke seberang sungai ke arah makam yang ia bangun untuk istrinya. Itimad-ud-Daulah, yang sering disebut sebagai 'Baby Taj', dibangun dua dekade sebelum Taj Mahal dan menampilkan beberapa karya pietra dura (tatahan marmer) paling awal di India — banyak ahli menganggapnya sebagai inspirasi arsitektur langsung bagi Taj Mahal.

Di seberang Yamuna, Mehtab Bagh menawarkan pemandangan matahari terbenam yang paling ikonik dari Taj Mahal, dibingkai oleh taman era Mughal yang awalnya dirancang Shah Jahan sebagai titik pandang di bawah cahaya bulan. Agra membentuk satu sudut dari sirkuit wisata Segitiga Emas India (Delhi → Agra → Jaipur), menjadikannya salah satu kota yang paling banyak dikunjungi di Asia Selatan. Perjalanan sehari ke Fatehpur Sikri (40 km ke arah barat), ibu kota Mughal yang ditinggalkan dan dibangun oleh Kaisar Akbar pada tahun 1570-an, mengungkap kota hantu yang terpelihara dengan sangat baik yang terdiri dari halaman batu pasir merah, masjid, dan Buland Darwaza yang menjulang tinggi — gerbang tertinggi di India dengan ketinggian 54 meter.

Identitas kuliner Agra sangat khas Mughlai: kebab yang kaya rasa (seekh, galouti, shami), biryani yang harum, paratha yang gurih, dan petha manis khas kota ini — permen transparan yang terbuat dari labu air yang telah diproduksi di sini selama berabad-abad. Kinari Bazaar, pasar yang ramai dan tumpah ruah melalui gang-gang sempit di dekat Benteng Agra, menjual kerajinan tangan tatahan marmer, barang-barang kulit, dan tekstil sulam dengan harga yang sepadan dengan tawar-menawar yang sabar. Kota ini sangat terjangkau menurut standar global — perjalanan yang nyaman dimungkinkan dengan biaya Rp 596.460–Rp 994.100 / ₹3.215–₹5.359 per hari.

Namun, pengunjung harus bersiap menghadapi calo yang agresif, pemandu tidak resmi, dan pengemudi becak yang mematok harga terlalu tinggi, terutama di sekitar gerbang Taj Mahal; ucapan 'tidak, terima kasih' yang tegas dan harga yang disepakati sebelumnya adalah keterampilan yang penting. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah Oktober–Maret saat suhu berkisar antara 20–25°C di bawah langit yang cerah. April–Juni membawa panas ekstrem yang melebihi 45°C, sementara hujan monsun pada Juli–September membuat tamasya menjadi menantang namun dramatis.

Sebagian besar pengunjung internasional terbang ke Bandara Indira Gandhi Delhi (DEL) dan mencapai Agra melalui Gatimaan Express (kereta tercepat di India, ~1 jam 40 menit) atau melalui jalan darat (3–4 jam melalui Yamuna Expressway). Dua hingga tiga hari adalah durasi menginap yang ideal: cukup untuk menjelajahi Taj Mahal saat matahari terbit, berkeliling Benteng, mengunjungi Fatehpur Sikri, dan mencicipi jajanan kaki lima — sebelum melanjutkan perjalanan ke Jaipur untuk melengkapi Segitiga Emas.

Apa yang harus dilakukan

Mahakarya Mughal

Taj Mahal (UNESCO)

Mausoleum marmer putih gading yang dibangun pada tahun 1632–1653 oleh Shah Jahan untuk istrinya, Mumtaz Mahal, adalah monumen paling termasyhur di dunia. Datanglah saat matahari terbit (gerbang buka pukul 06.00) ketika marmernya berpendar warna merah muda keemasan dan kerumunan paling sedikit. Tiket masuk ~Rp 238.584 / ₹1.286 untuk pengunjung internasional (ditambah tambahan ~Rp 39.764 / ₹214 untuk mausoleum); sudah termasuk penutup sepatu dan air minum. Tutup setiap hari Jumat. Sediakan waktu 2–3 jam. Kolam refleksi yang simetris, tatahan pietra dura yang rumit, dan kubah utama (setinggi 35 meter) sangat memukau kapan pun waktunya.

Benteng Agra (UNESCO)

Benteng batu pasir merah yang masif ini (keliling 2,5 km) berfungsi sebagai pusat kekuasaan Mughal sejak tahun 1558. Sorotan utamanya meliputi Diwan-i-Am (aula pertemuan publik), Diwan-i-Khas (aula pertemuan pribadi) yang berhias ornamen, dan Musamman Burj — menara marmer segi delapan tempat Shah Jahan yang dipenjara menghabiskan tahun-tahun terakhirnya memandangi Taj Mahal di seberang sungai. Tiket masuk ~Rp 119.292–Rp 139.174 / ₹643–₹750. Buka dari matahari terbit hingga terbenam. Sediakan waktu 2 jam.

Itimad-ud-Daulah ('Baby Taj')

Dibangun pada tahun 1622–1628 sebagai makam bagi Mirza Ghiyas Beg, monumen marmer yang indah ini memelopori teknik tatahan pietra dura yang kemudian disempurnakan di Taj Mahal. Lebih kecil dan jauh lebih sepi daripada Taj Mahal, monumen ini terletak di taman tepi sungai yang tenang di tepi timur Sungai Yamuna. Tiket masuk ~Rp 59.646 / ₹322. Kisi-kisi layar yang halus (karya jali) dan pola tatahan bunga sangat layak untuk dilihat dari dekat. Waktu kunjungan terbaik adalah pertengahan pagi.

Fatehpur Sikri (UNESCO)

Ibu kota Kaisar Akbar yang ditinggalkan (1571–1585), terletak 40 km di sebelah barat Agra, merupakan salah satu kota hantu Mughal yang paling terawat di dunia. Buland Darwaza (54 meter, gerbang tertinggi di India), istana lima lantai Panch Mahal, dan masjid Jama Masjid adalah sorotan arsitekturnya. Tiket masuk ~Rp 119.292 / ₹643. Sewalah pemandu resmi di gerbang (~Rp 99.410–Rp 159.056 / ₹536–₹857). Perjalanan setengah hari; gabungkan dengan perjalanan pulang untuk mampir di karavanserai era Mughal.

Kuliner & Pasar

Jejak Kuliner Mughlai

Warisan kuliner Agra berasal langsung dari dapur kerajaan Mughal. Hidangan yang wajib dicoba meliputi galouti kebab (daging cincang berbumbu yang lumer di mulut), seekh kebab, biryani ayam, dan bedai (roti goreng dengan kari kentang pedas) untuk sarapan. Pergilah ke gang-gang di sekitar Sadar Bazaar dan Jama Masjid untuk menemukan kedai yang paling autentik. Sebagian besar makanan berharga Rp 19.882–Rp 79.528 / ₹107–₹429. Restoran legendaris Pinch of Spice menawarkan hidangan Mughlai yang mewah dengan harga ~Rp 159.056–Rp 238.584 / ₹857–₹1.286 per orang.

Petha — Manisan Khas Agra

Permen transparan yang terbuat dari labu abu (labu putih) ini telah menjadi ciri khas Agra selama berabad-abad. Panchhi Petha di dekat Sadar Bazaar adalah produsen paling terkenal — cobalah berbagai varian mulai dari yang polos hingga kesar (safron), paan, dan berlapis cokelat. Satu kotak petha campur berharga ~Rp 39.764–Rp 79.528 / ₹214–₹429 dan merupakan oleh-oleh yang ideal. Petha yang baru dibuat lebih lembut dan lebih harum dibandingkan versi kemasan.

Kinari Bazaar

Gang-gang yang ramai di dekat Gerbang Delhi Agra Fort dipenuhi dengan kerajinan tatahan marmer (replika miniatur Taj, permukaan meja, tatakan gelas), barang-barang kulit, tekstil sulam, dan rempah-rempah. Tawar-menawar sangat penting — mulailah dari 40–50% dari harga yang ditawarkan. Kunjungilah di pagi hari untuk menghindari panas terik dan keramaian. Jalan-jalan sempit ini juga merupakan surga bagi fotografer karena warna-warni dan keriuhannya.

Pemandangan & Pengalaman

Matahari Terbenam di Mehtab Bagh

Taman era Mughal di seberang Sungai Yamuna dari Taj Mahal ini menyuguhkan pemandangan matahari terbenam yang paling ikonik dari monumen tersebut. Awalnya dibangun oleh Shah Jahan sebagai taman untuk menikmati cahaya bulan, perspektif yang sejajar sempurna ini sungguh tak terlupakan. Tiket masuk ~Rp 59.646 / ₹322. Datanglah 1 jam sebelum matahari terbenam untuk mendapatkan tempat yang bagus. Tripod diperbolehkan. Taj Mahal memantulkan warna emas kemerahan saat matahari terbenam — kesempatan foto terbaik di Agra.

Matahari Terbit di Taj Mahal

Taj Mahal saat fajar adalah pengalaman yang transformatif. Warna marmer berubah dari biru pucat ke merah muda lalu menjadi putih saat matahari terbit. Masuklah melalui Gerbang Timur (East Gate) untuk antrean terpendek (gerbang dibuka saat matahari terbit, biasanya pukul 06:00–06:30). Beli tiket terlebih dahulu secara daring di situs web ASI untuk melewati antrean tiket. Kolam pemantul paling tenang di pagi hari, menciptakan bayangan cermin yang sempurna.

Sirkuit Segitiga Emas

Agra adalah salah satu sudut dari Segitiga Emas (Golden Triangle) India yang ikonik (Delhi → Agra → Jaipur). Banyak pelancong memperpanjang masa inap mereka dengan melanjutkan perjalanan ke Jaipur (4 jam melalui jalan darat) untuk mengunjungi Benteng Amber, Hawa Mahal, dan mencicipi kuliner Rajasthani. Sirkuit lengkap ini dapat diselesaikan dalam 5–7 hari, dengan Agra sebagai pusat perhatian utamanya. Pesan mobil pribadi atau bergabunglah dengan tur berpemandu untuk pengalaman yang paling lancar — harga mulai dari sekitar Rp 2.982.300–Rp 3.976.400 / ₹16.076–₹21.434 untuk sirkuit lengkap 3 kota melalui jalan darat.

Informasi Perjalanan

Menuju ke sana

  • Bandara: AGR, DEL

Waktu Terbaik untuk Berkunjung

Oktober, November, Desember, Januari, Februari, Maret

Iklim: Hangat

Persyaratan Visa

Aturan masuk bervariasi berdasarkan paspor

Periksa persyaratan

Cuaca per Bulan

Bulan terbaik: Okt, Nov, Des, Jan, Feb, MarTerpanas: Mei (39°C) • Paling kering: Feb (1d hujan)
Data cuaca bulanan
Bulan Tinggi Rendah Hari hujan Kondisi
Januari 19°C 9°C 5 Baik ((terbaik))
Februari 25°C 12°C 1 Sangat baik ((terbaik))
Maret 31°C 18°C 4 Sangat baik ((terbaik))
April 37°C 23°C 2 Baik
Mei 39°C 26°C 5 Baik
Juni 38°C 29°C 8 Baik
Juli 34°C 28°C 23 Basah
Agustus 33°C 27°C 19 Basah
September 34°C 27°C 14 Basah
Oktober 33°C 22°C 3 Sangat baik ((terbaik))
November 28°C 15°C 1 Sangat baik ((terbaik))
Desember 22°C 10°C 2 Baik ((terbaik))

Data cuaca: Arsip Open-Meteo (2020-2025) • Rata-rata historis 2020–2025

Biaya Perjalanan

Anggaran
Rp 4.851.208 /hari
Rentang umum: Rp 4.075.810 – Rp 5.566.960
Akomodasi Rp 397.640
Makanan Rp 258.466
Transportasi lokal Rp 159.056
Atraksi dan tur Rp 139.174
Kelas menengah
Rp 6.958.700 /hari
Rentang umum: Rp 5.964.600 – Rp 7.952.800
Akomodasi Rp 914.572
Makanan Rp 576.578
Transportasi lokal Rp 337.994
Atraksi dan tur Rp 337.994
Kemewahan
Rp 10.438.050 /hari
Rentang umum: Rp 8.847.490 – Rp 12.028.610
Akomodasi Rp 1.868.908
Makanan Rp 1.173.038
Transportasi lokal Rp 695.870
Atraksi dan tur Rp 695.870

Per orang per hari, berdasarkan hunian ganda. "Anggaran" mencakup hostel atau akomodasi bersama di kota mahal.

💡 🌍 Tip Wisatawan (Februari 2026): Februari 2026 sangat cocok untuk mengunjungi Agra!

Informasi Praktis

Menuju ke sana

Sebagian besar pengunjung internasional terbang ke Bandara Internasional Indira Gandhi (DEL) di Delhi, lalu menempuh perjalanan sejauh 200 km ke Agra. Kereta Gatimaan Express dari stasiun Delhi Nizamuddin mencapai Agra Cantt dalam waktu ~1 jam 40 menit (~Rp 99.410–Rp 198.820 / ₹536–₹1.072). Jalan Tol Yamuna membuat perjalanan memakan waktu 3–4 jam dengan mobil pribadi (~Rp 795.280–Rp 1.093.510 / ₹4.287–₹5.894) atau bus (~Rp 99.410–Rp 159.056 / ₹536–₹857). Bandara Kheria Agra (AGR) memiliki penerbangan domestik terbatas dari Delhi, Varanasi, dan Jaipur, tetapi sebagian besar pelancong lebih memilih rute Delhi. Dari Jaipur (Segitiga Emas), Agra berjarak ~4 jam melalui jalan darat (230 km).

Berkeliling

Di dalam kota Agra, becak motor (auto-rickshaw) dan becak kayuh (cycle-rickshaw) adalah transportasi utama. Gerai becak motor prabayar di stasiun Agra Cantt menawarkan tarif tetap (~Rp 39.764–Rp 79.528 / ₹214–₹429 ke situs-situs utama). Aplikasi transportasi daring Uber dan Ola beroperasi di Agra, tetapi ketersediaannya bisa tidak menentu. Untuk tamasya sehari penuh, menyewa mobil pribadi dengan sopir biayanya ~Rp 298.230–Rp 497.050 / ₹1.608–₹2.679/hari — pilihan paling nyaman mengingat cuaca panas dan jarak yang jauh. Antara Taj Mahal dan Benteng Agra (2,5 km), biaya becak kayuh sekitar ~Rp 19.882 / ₹107. Agra secara keseluruhan tidak ramah pejalan kaki — jarak antar situs, panas, dan lalu lintas membuat transportasi sangat penting.

Uang & Pembayaran

Rupee India (INR, ₹). Kurs: ₹1 ≈ Rp186. Kartu kredit diterima di hotel dan restoran kelas atas, tetapi uang tunai sangat penting untuk becak, jajanan kaki lima, pasar, toko kecil, dan biaya masuk. ATM (SBI, HDFC, ICICI) tersedia luas — gunakan yang berada di dalam kantor cabang bank. Kartu internasional terkadang gagal di ATM mandiri. Bawalah uang pecahan kecil (~Rp 1.988 / ₹11/Rp 3.976 / ₹21/Rp 9.941 / ₹54) karena sopir dan pedagang jarang memiliki uang kembalian. Tip: ~Rp 9.941–Rp 19.882 / ₹54–₹107 untuk pemandu, ~Rp 3.976–Rp 9.941 / ₹21–₹54 untuk sopir, 10% di restoran.

Bahasa

Bahasa Hindi adalah bahasa utama. Bahasa Inggris digunakan di hotel, restoran turis, dan oleh pemandu resmi, tetapi tidak digunakan secara luas di kalangan pengemudi becak, pedagang kaki lima, atau di pasar. Mempelajari frasa dasar bahasa Hindi (namaste, dhanyavaad/terima kasih, kitna/berapa harganya) sangat membantu. Google Translate berfungsi dengan baik untuk menu. Pemandu resmi bersertifikat ASI di monumen-monumen berbicara bahasa Inggris dan layak untuk disewa (~Rp 99.410–Rp 159.056 / ₹536–₹857 per situs).

Tips Budaya

Lepaskan sepatu sebelum memasuki masjid dan banyak interior monumen (penutup sepatu disediakan di Taj Mahal). Berpakaianlah dengan sopan — tutup bahu dan lutut, terutama di situs keagamaan. Gunakan tangan kanan untuk menyapa dan makan. Jangan arahkan kaki Anda ke orang atau benda suci. Fotografi umumnya diizinkan di monumen, tetapi drone dilarang di semua situs ASI. Hindari menyentuh atau bersandar pada permukaan marmer di Taj. Memakan daging sapi adalah hal yang sensitif secara budaya di India yang mayoritas beragama Hindu. Tawar-menawar diharapkan di bazar, tetapi jangan pernah dilakukan di toko dengan harga pas atau restoran. Bersiaplah menghadapi perhatian terus-menerus dari calo — penolakan yang tenang namun tegas lebih efektif daripada terlibat dalam percakapan.

Dapatkan eSIM

Tetap terhubung tanpa biaya roaming yang mahal. Dapatkan eSIM lokal untuk perjalanan ini mulai dari beberapa dolar saja.

Klaim Kompensasi Penerbangan

Penerbangan tertunda atau dibatalkan? Anda mungkin berhak atas kompensasi hingga Rp 11.929.200. Periksa klaim Anda di sini tanpa biaya di muka.

Itinerari 3 Hari Sempurna di Agra

Taj Mahal & Benteng Agra

Pagi buta: Tiba di Gerbang Timur Taj Mahal saat matahari terbit (biasanya pukul 06.00–06.30). Luangkan waktu 2–3 jam untuk menjelajahi mausoleum, taman, dan masjid. Beli tiket secara daring sebelumnya untuk menghindari antrean. Sarapan di kafe terdekat. Menjelang siang: Naik becak motor ke Benteng Agra (2,5 km). Jelajahi Diwan-i-Am, Diwan-i-Khas, Sheesh Mahal (istana cermin), dan Musamman Burj dengan pemandangan Taj. Alokasikan waktu 2 jam. Siang hari: Makan siang di Pinch of Spice untuk masakan Mughlai yang lezat (~Rp 159.056–Rp 238.584 / ₹857–₹1.286). Istirahat selama puncak panas (pukul 13.00–15.00). Sore hari: Ke Mehtab Bagh untuk melihat pemandangan matahari terbenam Taj Mahal di seberang sungai Yamuna — tiba 1 jam lebih awal untuk mendapatkan tempat yang bagus.

Baby Taj, Pasar & Kuliner Mughlai

Pagi hari: Kunjungi Itimad-ud-Daulah ('Baby Taj') — makam marmer yang indah dengan karya pietra dura perintis. Jauh lebih sepi daripada Taj; alokasikan waktu 1–1,5 jam. Kemudian jelajahi Chini Ka Rauza (makam berubin Persia) di dekatnya. Menjelang siang: Berkeliling di Kinari Bazaar untuk kerajinan tatahan marmer, tekstil, dan rempah-rempah — tawar-menawarlah dengan gigih. Siang hari: Mencicipi Petha di Panchhi Petha di MG Road — cobalah varian kesar, paan, dan cokelat. Kunjungi Jama Masjid (masjid terbesar di Agra, gratis masuk). Sore hari: Wisata kuliner kaki lima di sekitar Sadar Bazaar — cobalah bedai, galouti kebab, dan paratha. Akhiri dengan kulfi (es krim India) dari pedagang kaki lima.

Wisata Harian ke Fatehpur Sikri

Sehari penuh: Sewa mobil atau bergabunglah dengan tur ke Fatehpur Sikri (40 km, ~1 jam). Jelajahi ibu kota Kaisar Akbar yang ditinggalkan — Buland Darwaza (gerbang tertinggi di India setinggi 54 meter), Panch Mahal, Istana Jodha Bai, dan Jama Masjid yang menakjubkan. Sewa pemandu resmi di gerbang (~Rp 99.410–Rp 159.056 / ₹536–₹857). Luangkan waktu 3–4 jam. Makan siang di dhaba (tempat makan lokal) di pinggir jalan saat perjalanan pulang — dal segar, roti, dan kari sayuran seharga ~Rp 39.764–Rp 59.646 / ₹214–₹322. Sore hari: Kembali ke Agra untuk belanja menit-menit terakhir atau mengunjungi kembali area Taj. Malam hari: Makan malam perpisahan di Esphahan di Oberoi Amarvilas — pengalaman bersantap dengan pemandangan Taj Mahal yang luar biasa (opsi mewah, ~Rp 795.280–Rp 1.192.920 / ₹4.287–₹6.430 per orang) atau Mama Chicken untuk ayam tandoori pinggir jalan yang legendaris (~Rp 59.646 / ₹322).

Tempat Menginap

Taj Ganj

Paling cocok untuk: Backpacker, kedekatan dengan Taj Mahal, pemandangan atap, akomodasi hemat

Sadar Bazaar / Civil Lines

Paling cocok untuk: Hotel kelas menengah, restoran, belanja, kenyamanan pusat kota

Fatehabad Road

Paling cocok untuk: Hotel mewah, pemandangan Taj Mahal, penginapan bergaya resor, bulan madu

Area Benteng Agra / Kinari Bazaar

Paling cocok untuk: Pasar, jajanan kaki lima, sejarah Mughal, suasana lokal yang autentik

Aktivitas Populer

Tur dan pengalaman terpopuler di Agra

Lihat Semua Aktivitas
Loading activities…

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah saya memerlukan visa untuk mengunjungi Agra, India?
Sebagian besar warga negara memerlukan e-Visa atau visa reguler untuk memasuki India. e-Visa (tersedia untuk 150+ negara) dapat diajukan secara daring di https://indianvisaonline.gov.in/ dan biasanya diproses dalam waktu 72 jam. Visa ini memungkinkan masa tinggal selama 30–90 hari tergantung pada kategorinya. Beberapa warga negara memerlukan visa tradisional dari kedutaan besar India. Selalu verifikasi persyaratan terbaru di situs web resmi Biro Imigrasi sebelum memesan, karena kebijakan sering berubah.
Kapan waktu terbaik untuk mengunjungi Agra?
Oktober–Maret adalah waktu yang ideal, dengan suhu yang menyenangkan antara 15–25°C dan langit yang cerah. November dan Februari–Maret adalah waktu yang paling pas — siang hari yang hangat, malam yang sejuk, dan kerumunan yang masih terkendali. April–Juni membawa panas ekstrem yang melebihi 45°C, membuat tamasya di luar ruangan terasa melelahkan. Juli–September adalah musim muson — langit yang dramatis namun hujan deras, kelembapan tinggi, dan beberapa situs mungkin terendam banjir sebagian. Taj Mahal tampak sangat ajaib di tengah kabut pagi musim dingin.
Bagaimana cara menuju Agra dari Delhi?
Sebagian besar pengunjung internasional terbang ke Delhi (DEL) dan melakukan perjalanan ke Agra (200 km) dengan kereta api atau jalan darat. Gatimaan Express dari stasiun Hazrat Nizamuddin di Delhi mencapai Agra dalam waktu ~1 jam 40 menit (~Rp 99.410–Rp 198.820 / ₹536–₹1.072 tergantung kelas). Shatabdi Express memakan waktu ~2 jam. Melalui jalan darat, Yamuna Expressway menghubungkan Delhi ke Agra dalam 3–4 jam dengan taksi (~Rp 795.280–Rp 1.093.510 / ₹4.287–₹5.894 sekali jalan) atau bus (~Rp 99.410–Rp 159.056 / ₹536–₹857). Bandara Kheria (AGR) milik Agra sendiri memiliki penerbangan domestik yang terbatas.
Berapa hari yang Anda butuhkan di Agra?
Dua hingga tiga hari adalah waktu yang ideal. Hari 1: Taj Mahal saat matahari terbit, Benteng Agra di sore hari. Hari 2: Itimad-ud-Daulah, matahari terbenam di Mehtab Bagh, dan eksplorasi pasar. Hari 3: Perjalanan sehari ke Fatehpur Sikri. Banyak pengunjung mengunjungi Agra sebagai perjalanan sehari yang terburu-buru dari Delhi, tetapi menginap semalam memungkinkan pengalaman matahari terbit di Taj yang esensial dan apresiasi yang jauh lebih mendalam terhadap kota ini.
Apakah Agra aman bagi wisatawan?
Agra umumnya aman tetapi membutuhkan kewaspadaan. Masalah terbesarnya adalah calo yang agresif, 'pemandu' tidak resmi yang meminta bayaran, pengemudi becak/taksi yang mematok harga terlalu tinggi, dan toko penipuan permata/karpet. Selalu sepakati harga becak sebelum naik, beli tiket Taj Mahal secara daring, dan tolak bantuan yang tidak diminta dengan tegas. Hindari berjalan sendirian di area yang kurang penerangan di malam hari. Wanita sebaiknya berpakaian sopan (menutupi bahu dan lutut) demi keamanan dan penghormatan budaya. Polisi wisata di dekat gerbang Taj dapat membantu menangani perselisihan.
Berapa biaya untuk mengunjungi Taj Mahal?
Pengunjung internasional membayar ~Rp 238.584 / ₹1.286 untuk tiket masuk dasar, yang sudah termasuk penutup sepatu dan air minum. Tambahan biaya sebesar ~Rp 39.764 / ₹214 diperlukan untuk memasuki mausoleum utama (ruang dalam), sehingga totalnya menjadi ~Rp 278.348 / ₹1.500. Warga negara India membayar jauh lebih murah. Tiket masuk hanya berlaku untuk satu kali kunjungan pada hari yang ditentukan saja. Taj Mahal tutup setiap hari Jumat. Pemesanan online terlebih dahulu di situs web ASI menghemat banyak waktu dalam antrean tiket.
Apa saja penipuan umum yang perlu diwaspadai di Agra?
Penipuan 'pemandu gratis': seseorang menawarkan untuk mengantar Anda berkeliling, lalu meminta bayaran besar. Trik 'jalan ditutup': pengemudi taksi mengklaim jalan menuju tujuan Anda ditutup dan mengarahkan Anda ke toko-toko komisi. Penipuan toko permata/marmer: penduduk lokal yang ramah membawa Anda ke 'bengkel keluarga' yang menjual barang-barang dengan harga selangit. Marmer palsu: batu sabun murah yang dijual sebagai marmer Makrana asli. Sepakati semua harga transportasi di awal, beli tiket masuk secara online, dan tolaklah dengan sopan namun tegas semua tawaran bantuan atau 'penawaran khusus' yang tidak diminta.

Mengapa Anda dapat mempercayai panduan ini

Foto Jan Křenek, pendiri GoTripzi
Jan Křenek

35+ negara • 8 tahun menganalisis data perjalanan

Pengembang independen dan analis data perjalanan yang berbasis di Praha. Telah mengunjungi lebih dari 35 negara di Eropa dan Asia, dengan pengalaman lebih dari 8 tahun dalam menganalisis rute penerbangan, harga akomodasi, dan pola cuaca musiman.

Sumber Data:
  • Dewan Pariwisata Resmi dan Panduan Wisatawan
  • Data aktivitas GetYourGuide dan Viator
  • Data harga Booking.com dan Numbeo
  • Ulasan dan peringkat Google Maps

Panduan ini menggabungkan pengalaman perjalanan pribadi dengan analisis data komprehensif untuk memberikan rekomendasi yang akurat.

Siap Mengunjungi Agra?

Pesan penerbangan, akomodasi, dan aktivitas Anda