Di Halaman Ini
"Keluar dan nikmati sinar matahari sambil menjelajahi Taj Mahal (UNESCO). Februari adalah waktu yang ideal untuk mengunjungi Agra. Datanglah dengan perut kosong—masakan lokalnya tak terlupakan."
Kami membangun panduan ini menggunakan data iklim terkini, tren harga hotel, dan perjalanan kami sendiri, sehingga Anda dapat memilih bulan yang tepat tanpa menebak.
Mengapa Mengunjungi Agra?
Agra (populasi ~1,6 juta) terletak di tepi Sungai Yamuna di Uttar Pradesh, India utara, dan mendapatkan ketenaran globalnya berkat satu bangunan tunggal: Taj Mahal. Dipesan pada tahun 1632 oleh Kaisar Mughal Shah Jahan sebagai mausoleum untuk istri tercintanya Mumtaz Mahal dan selesai sekitar tahun 1653, Taj Mahal secara luas dianggap sebagai bangunan terindah yang pernah diciptakan — sebuah mahakarya simetris dari marmer putih Makrana yang bertatahkan batu mulia, menarik hampir 7 juta pengunjung setiap tahunnya. Namun Agra jauh lebih dari sekadar kota dengan satu monumen.
Benteng Agra yang masif, Situs Warisan Dunia UNESCO lainnya, berfungsi sebagai pusat kekuasaan Mughal selama beberapa generasi. Dinding batu pasir merahnya mengelilingi istana, aula pertemuan, dan Musamman Burj yang menyentuh hati — menara marmer tempat Shah Jahan menghabiskan tahun-tahun terakhirnya dipenjara oleh putranya sendiri, Aurangzeb, sambil menatap ke seberang sungai ke arah makam yang ia bangun untuk istrinya. Itimad-ud-Daulah, yang sering disebut sebagai 'Baby Taj', dibangun dua dekade sebelum Taj Mahal dan menampilkan beberapa karya pietra dura (tatahan marmer) paling awal di India — banyak ahli menganggapnya sebagai inspirasi arsitektur langsung bagi Taj Mahal.
Di seberang Yamuna, Mehtab Bagh menawarkan pemandangan matahari terbenam yang paling ikonik dari Taj Mahal, dibingkai oleh taman era Mughal yang awalnya dirancang Shah Jahan sebagai titik pandang di bawah cahaya bulan. Agra membentuk satu sudut dari sirkuit wisata Segitiga Emas India (Delhi → Agra → Jaipur), menjadikannya salah satu kota yang paling banyak dikunjungi di Asia Selatan. Perjalanan sehari ke Fatehpur Sikri (40 km ke arah barat), ibu kota Mughal yang ditinggalkan dan dibangun oleh Kaisar Akbar pada tahun 1570-an, mengungkap kota hantu yang terpelihara dengan sangat baik yang terdiri dari halaman batu pasir merah, masjid, dan Buland Darwaza yang menjulang tinggi — gerbang tertinggi di India dengan ketinggian 54 meter.
Identitas kuliner Agra sangat khas Mughlai: kebab yang kaya rasa (seekh, galouti, shami), biryani yang harum, paratha yang gurih, dan petha manis khas kota ini — permen transparan yang terbuat dari labu air yang telah diproduksi di sini selama berabad-abad. Kinari Bazaar, pasar yang ramai dan tumpah ruah melalui gang-gang sempit di dekat Benteng Agra, menjual kerajinan tangan tatahan marmer, barang-barang kulit, dan tekstil sulam dengan harga yang sepadan dengan tawar-menawar yang sabar. Kota ini sangat terjangkau menurut standar global — perjalanan yang nyaman dimungkinkan dengan biaya Rp 596.460–Rp 994.100 / ₹3.215–₹5.359 per hari.
Namun, pengunjung harus bersiap menghadapi calo yang agresif, pemandu tidak resmi, dan pengemudi becak yang mematok harga terlalu tinggi, terutama di sekitar gerbang Taj Mahal; ucapan 'tidak, terima kasih' yang tegas dan harga yang disepakati sebelumnya adalah keterampilan yang penting. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah Oktober–Maret saat suhu berkisar antara 20–25°C di bawah langit yang cerah. April–Juni membawa panas ekstrem yang melebihi 45°C, sementara hujan monsun pada Juli–September membuat tamasya menjadi menantang namun dramatis.
Sebagian besar pengunjung internasional terbang ke Bandara Indira Gandhi Delhi (DEL) dan mencapai Agra melalui Gatimaan Express (kereta tercepat di India, ~1 jam 40 menit) atau melalui jalan darat (3–4 jam melalui Yamuna Expressway). Dua hingga tiga hari adalah durasi menginap yang ideal: cukup untuk menjelajahi Taj Mahal saat matahari terbit, berkeliling Benteng, mengunjungi Fatehpur Sikri, dan mencicipi jajanan kaki lima — sebelum melanjutkan perjalanan ke Jaipur untuk melengkapi Segitiga Emas.
Apa yang harus dilakukan
Mahakarya Mughal
Taj Mahal (UNESCO)
Mausoleum marmer putih gading yang dibangun pada tahun 1632–1653 oleh Shah Jahan untuk istrinya, Mumtaz Mahal, adalah monumen paling termasyhur di dunia. Datanglah saat matahari terbit (gerbang buka pukul 06.00) ketika marmernya berpendar warna merah muda keemasan dan kerumunan paling sedikit. Tiket masuk ~Rp 238.584 / ₹1.286 untuk pengunjung internasional (ditambah tambahan ~Rp 39.764 / ₹214 untuk mausoleum); sudah termasuk penutup sepatu dan air minum. Tutup setiap hari Jumat. Sediakan waktu 2–3 jam. Kolam refleksi yang simetris, tatahan pietra dura yang rumit, dan kubah utama (setinggi 35 meter) sangat memukau kapan pun waktunya.
Benteng Agra (UNESCO)
Benteng batu pasir merah yang masif ini (keliling 2,5 km) berfungsi sebagai pusat kekuasaan Mughal sejak tahun 1558. Sorotan utamanya meliputi Diwan-i-Am (aula pertemuan publik), Diwan-i-Khas (aula pertemuan pribadi) yang berhias ornamen, dan Musamman Burj — menara marmer segi delapan tempat Shah Jahan yang dipenjara menghabiskan tahun-tahun terakhirnya memandangi Taj Mahal di seberang sungai. Tiket masuk ~Rp 119.292–Rp 139.174 / ₹643–₹750. Buka dari matahari terbit hingga terbenam. Sediakan waktu 2 jam.
Itimad-ud-Daulah ('Baby Taj')
Dibangun pada tahun 1622–1628 sebagai makam bagi Mirza Ghiyas Beg, monumen marmer yang indah ini memelopori teknik tatahan pietra dura yang kemudian disempurnakan di Taj Mahal. Lebih kecil dan jauh lebih sepi daripada Taj Mahal, monumen ini terletak di taman tepi sungai yang tenang di tepi timur Sungai Yamuna. Tiket masuk ~Rp 59.646 / ₹322. Kisi-kisi layar yang halus (karya jali) dan pola tatahan bunga sangat layak untuk dilihat dari dekat. Waktu kunjungan terbaik adalah pertengahan pagi.
Fatehpur Sikri (UNESCO)
Ibu kota Kaisar Akbar yang ditinggalkan (1571–1585), terletak 40 km di sebelah barat Agra, merupakan salah satu kota hantu Mughal yang paling terawat di dunia. Buland Darwaza (54 meter, gerbang tertinggi di India), istana lima lantai Panch Mahal, dan masjid Jama Masjid adalah sorotan arsitekturnya. Tiket masuk ~Rp 119.292 / ₹643. Sewalah pemandu resmi di gerbang (~Rp 99.410–Rp 159.056 / ₹536–₹857). Perjalanan setengah hari; gabungkan dengan perjalanan pulang untuk mampir di karavanserai era Mughal.
Kuliner & Pasar
Jejak Kuliner Mughlai
Warisan kuliner Agra berasal langsung dari dapur kerajaan Mughal. Hidangan yang wajib dicoba meliputi galouti kebab (daging cincang berbumbu yang lumer di mulut), seekh kebab, biryani ayam, dan bedai (roti goreng dengan kari kentang pedas) untuk sarapan. Pergilah ke gang-gang di sekitar Sadar Bazaar dan Jama Masjid untuk menemukan kedai yang paling autentik. Sebagian besar makanan berharga Rp 19.882–Rp 79.528 / ₹107–₹429. Restoran legendaris Pinch of Spice menawarkan hidangan Mughlai yang mewah dengan harga ~Rp 159.056–Rp 238.584 / ₹857–₹1.286 per orang.
Petha — Manisan Khas Agra
Permen transparan yang terbuat dari labu abu (labu putih) ini telah menjadi ciri khas Agra selama berabad-abad. Panchhi Petha di dekat Sadar Bazaar adalah produsen paling terkenal — cobalah berbagai varian mulai dari yang polos hingga kesar (safron), paan, dan berlapis cokelat. Satu kotak petha campur berharga ~Rp 39.764–Rp 79.528 / ₹214–₹429 dan merupakan oleh-oleh yang ideal. Petha yang baru dibuat lebih lembut dan lebih harum dibandingkan versi kemasan.
Kinari Bazaar
Gang-gang yang ramai di dekat Gerbang Delhi Agra Fort dipenuhi dengan kerajinan tatahan marmer (replika miniatur Taj, permukaan meja, tatakan gelas), barang-barang kulit, tekstil sulam, dan rempah-rempah. Tawar-menawar sangat penting — mulailah dari 40–50% dari harga yang ditawarkan. Kunjungilah di pagi hari untuk menghindari panas terik dan keramaian. Jalan-jalan sempit ini juga merupakan surga bagi fotografer karena warna-warni dan keriuhannya.
Pemandangan & Pengalaman
Matahari Terbenam di Mehtab Bagh
Taman era Mughal di seberang Sungai Yamuna dari Taj Mahal ini menyuguhkan pemandangan matahari terbenam yang paling ikonik dari monumen tersebut. Awalnya dibangun oleh Shah Jahan sebagai taman untuk menikmati cahaya bulan, perspektif yang sejajar sempurna ini sungguh tak terlupakan. Tiket masuk ~Rp 59.646 / ₹322. Datanglah 1 jam sebelum matahari terbenam untuk mendapatkan tempat yang bagus. Tripod diperbolehkan. Taj Mahal memantulkan warna emas kemerahan saat matahari terbenam — kesempatan foto terbaik di Agra.
Matahari Terbit di Taj Mahal
Taj Mahal saat fajar adalah pengalaman yang transformatif. Warna marmer berubah dari biru pucat ke merah muda lalu menjadi putih saat matahari terbit. Masuklah melalui Gerbang Timur (East Gate) untuk antrean terpendek (gerbang dibuka saat matahari terbit, biasanya pukul 06:00–06:30). Beli tiket terlebih dahulu secara daring di situs web ASI untuk melewati antrean tiket. Kolam pemantul paling tenang di pagi hari, menciptakan bayangan cermin yang sempurna.
Sirkuit Segitiga Emas
Agra adalah salah satu sudut dari Segitiga Emas (Golden Triangle) India yang ikonik (Delhi → Agra → Jaipur). Banyak pelancong memperpanjang masa inap mereka dengan melanjutkan perjalanan ke Jaipur (4 jam melalui jalan darat) untuk mengunjungi Benteng Amber, Hawa Mahal, dan mencicipi kuliner Rajasthani. Sirkuit lengkap ini dapat diselesaikan dalam 5–7 hari, dengan Agra sebagai pusat perhatian utamanya. Pesan mobil pribadi atau bergabunglah dengan tur berpemandu untuk pengalaman yang paling lancar — harga mulai dari sekitar Rp 2.982.300–Rp 3.976.400 / ₹16.076–₹21.434 untuk sirkuit lengkap 3 kota melalui jalan darat.
Galeri
Informasi Perjalanan
Menuju ke sana
- Bandara: AGR, DEL
- Dari :
Waktu Terbaik untuk Berkunjung
Oktober, November, Desember, Januari, Februari, Maret
Iklim: Hangat
Persyaratan Visa
Aturan masuk bervariasi berdasarkan paspor
Periksa persyaratan| Bulan | Tinggi | Rendah | Hari hujan | Kondisi |
|---|---|---|---|---|
| Januari | 19°C | 9°C | 5 | Baik ((terbaik)) |
| Februari | 25°C | 12°C | 1 | Sangat baik ((terbaik)) |
| Maret | 31°C | 18°C | 4 | Sangat baik ((terbaik)) |
| April | 37°C | 23°C | 2 | Baik |
| Mei | 39°C | 26°C | 5 | Baik |
| Juni | 38°C | 29°C | 8 | Baik |
| Juli | 34°C | 28°C | 23 | Basah |
| Agustus | 33°C | 27°C | 19 | Basah |
| September | 34°C | 27°C | 14 | Basah |
| Oktober | 33°C | 22°C | 3 | Sangat baik ((terbaik)) |
| November | 28°C | 15°C | 1 | Sangat baik ((terbaik)) |
| Desember | 22°C | 10°C | 2 | Baik ((terbaik)) |
Data cuaca: Arsip Open-Meteo (2020-2025) • Rata-rata historis 2020–2025
Biaya Perjalanan
Per orang per hari, berdasarkan hunian ganda. "Anggaran" mencakup hostel atau akomodasi bersama di kota mahal.
💡 🌍 Tip Wisatawan (Februari 2026): Februari 2026 sangat cocok untuk mengunjungi Agra!
Informasi Praktis
Menuju ke sana
Sebagian besar pengunjung internasional terbang ke Bandara Internasional Indira Gandhi (DEL) di Delhi, lalu menempuh perjalanan sejauh 200 km ke Agra. Kereta Gatimaan Express dari stasiun Delhi Nizamuddin mencapai Agra Cantt dalam waktu ~1 jam 40 menit (~Rp 99.410–Rp 198.820 / ₹536–₹1.072). Jalan Tol Yamuna membuat perjalanan memakan waktu 3–4 jam dengan mobil pribadi (~Rp 795.280–Rp 1.093.510 / ₹4.287–₹5.894) atau bus (~Rp 99.410–Rp 159.056 / ₹536–₹857). Bandara Kheria Agra (AGR) memiliki penerbangan domestik terbatas dari Delhi, Varanasi, dan Jaipur, tetapi sebagian besar pelancong lebih memilih rute Delhi. Dari Jaipur (Segitiga Emas), Agra berjarak ~4 jam melalui jalan darat (230 km).
Berkeliling
Di dalam kota Agra, becak motor (auto-rickshaw) dan becak kayuh (cycle-rickshaw) adalah transportasi utama. Gerai becak motor prabayar di stasiun Agra Cantt menawarkan tarif tetap (~Rp 39.764–Rp 79.528 / ₹214–₹429 ke situs-situs utama). Aplikasi transportasi daring Uber dan Ola beroperasi di Agra, tetapi ketersediaannya bisa tidak menentu. Untuk tamasya sehari penuh, menyewa mobil pribadi dengan sopir biayanya ~Rp 298.230–Rp 497.050 / ₹1.608–₹2.679/hari — pilihan paling nyaman mengingat cuaca panas dan jarak yang jauh. Antara Taj Mahal dan Benteng Agra (2,5 km), biaya becak kayuh sekitar ~Rp 19.882 / ₹107. Agra secara keseluruhan tidak ramah pejalan kaki — jarak antar situs, panas, dan lalu lintas membuat transportasi sangat penting.
Uang & Pembayaran
Rupee India (INR, ₹). Kurs: ₹1 ≈ Rp186. Kartu kredit diterima di hotel dan restoran kelas atas, tetapi uang tunai sangat penting untuk becak, jajanan kaki lima, pasar, toko kecil, dan biaya masuk. ATM (SBI, HDFC, ICICI) tersedia luas — gunakan yang berada di dalam kantor cabang bank. Kartu internasional terkadang gagal di ATM mandiri. Bawalah uang pecahan kecil (~Rp 1.988 / ₹11/Rp 3.976 / ₹21/Rp 9.941 / ₹54) karena sopir dan pedagang jarang memiliki uang kembalian. Tip: ~Rp 9.941–Rp 19.882 / ₹54–₹107 untuk pemandu, ~Rp 3.976–Rp 9.941 / ₹21–₹54 untuk sopir, 10% di restoran.
Bahasa
Bahasa Hindi adalah bahasa utama. Bahasa Inggris digunakan di hotel, restoran turis, dan oleh pemandu resmi, tetapi tidak digunakan secara luas di kalangan pengemudi becak, pedagang kaki lima, atau di pasar. Mempelajari frasa dasar bahasa Hindi (namaste, dhanyavaad/terima kasih, kitna/berapa harganya) sangat membantu. Google Translate berfungsi dengan baik untuk menu. Pemandu resmi bersertifikat ASI di monumen-monumen berbicara bahasa Inggris dan layak untuk disewa (~Rp 99.410–Rp 159.056 / ₹536–₹857 per situs).
Tips Budaya
Lepaskan sepatu sebelum memasuki masjid dan banyak interior monumen (penutup sepatu disediakan di Taj Mahal). Berpakaianlah dengan sopan — tutup bahu dan lutut, terutama di situs keagamaan. Gunakan tangan kanan untuk menyapa dan makan. Jangan arahkan kaki Anda ke orang atau benda suci. Fotografi umumnya diizinkan di monumen, tetapi drone dilarang di semua situs ASI. Hindari menyentuh atau bersandar pada permukaan marmer di Taj. Memakan daging sapi adalah hal yang sensitif secara budaya di India yang mayoritas beragama Hindu. Tawar-menawar diharapkan di bazar, tetapi jangan pernah dilakukan di toko dengan harga pas atau restoran. Bersiaplah menghadapi perhatian terus-menerus dari calo — penolakan yang tenang namun tegas lebih efektif daripada terlibat dalam percakapan.
Dapatkan eSIM
Tetap terhubung tanpa biaya roaming yang mahal. Dapatkan eSIM lokal untuk perjalanan ini mulai dari beberapa dolar saja.
Klaim Kompensasi Penerbangan
Penerbangan tertunda atau dibatalkan? Anda mungkin berhak atas kompensasi hingga Rp 11.929.200. Periksa klaim Anda di sini tanpa biaya di muka.
Itinerari 3 Hari Sempurna di Agra
Taj Mahal & Benteng Agra
Baby Taj, Pasar & Kuliner Mughlai
Wisata Harian ke Fatehpur Sikri
Tempat Menginap
Taj Ganj
Paling cocok untuk: Backpacker, kedekatan dengan Taj Mahal, pemandangan atap, akomodasi hemat
Sadar Bazaar / Civil Lines
Paling cocok untuk: Hotel kelas menengah, restoran, belanja, kenyamanan pusat kota
Fatehabad Road
Paling cocok untuk: Hotel mewah, pemandangan Taj Mahal, penginapan bergaya resor, bulan madu
Area Benteng Agra / Kinari Bazaar
Paling cocok untuk: Pasar, jajanan kaki lima, sejarah Mughal, suasana lokal yang autentik
Aktivitas Populer
Tur dan pengalaman terpopuler di Agra
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah saya memerlukan visa untuk mengunjungi Agra, India?
Kapan waktu terbaik untuk mengunjungi Agra?
Bagaimana cara menuju Agra dari Delhi?
Berapa hari yang Anda butuhkan di Agra?
Apakah Agra aman bagi wisatawan?
Berapa biaya untuk mengunjungi Taj Mahal?
Apa saja penipuan umum yang perlu diwaspadai di Agra?
Mengapa Anda dapat mempercayai panduan ini
35+ negara • 8 tahun menganalisis data perjalanan
Pengembang independen dan analis data perjalanan yang berbasis di Praha. Telah mengunjungi lebih dari 35 negara di Eropa dan Asia, dengan pengalaman lebih dari 8 tahun dalam menganalisis rute penerbangan, harga akomodasi, dan pola cuaca musiman.
- Dewan Pariwisata Resmi dan Panduan Wisatawan
- Data aktivitas GetYourGuide dan Viator
- Data harga Booking.com dan Numbeo
- Ulasan dan peringkat Google Maps
Panduan ini menggabungkan pengalaman perjalanan pribadi dengan analisis data komprehensif untuk memberikan rekomendasi yang akurat.
Siap Mengunjungi Agra?
Pesan penerbangan, akomodasi, dan aktivitas Anda